Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, luas wilayah lautnya mencapai 2/3 dari total luas wilayahnya, yang menjadikan luas laut lebih luas dari luas daratan. Sebagai negara Maritim, tentu Indonesia mempunyai kekayaan laut yang melimpah, dalam menjaga kekayaan alam laut ini, tentu membutuhkan kekuatan laut yang handal, dalam hal ini TNI Angkatan Laut. Berbicara TNI AL, tentu bukan hanya soal mengamankan kekayaan laut, tapi juga menjaga wilayah kedaulatan NKRI dari ancaman dan gangguan pihak lain.

Dengan kekuatan yang saat ini dimiliki oleh TNI AL, memang rasanya masih belum ideal, terlebih untuk menjaga wilayah laut Indonesia yang begitu luas, untuk kapal Fregat misalnya, kita hanya memiliki 10 Fregat, yang 1 diantaranya juga digunakan sebagai kapal latih, kesepuluh kapal Fregat itu juga merupakan kapal yang terbilang sudah senior di jajaran armada kapal perang TNI AL. Untuk 6 unit kapal fregat jenis Van Speijk Class atau Ahmad Yani Class yang merupakan kapal perang buatan Belanda, kapal ini dibuat tahun 1967 dan dibeli oleh Indonesia pada tahun 1977 artinya kapal ini sudah hampir 40 tahun mengabdi untuk Indonesia dan hingga kini masih menjadi salah satu andalan TNI AL sebagai kapal perang utama, selain itu ada 3 unit Fatahillah Class, kapal fregat modern era 80-an ini juga merupakan kapal buatan Belanda tahun 1979, dan 1 unit kapal fregat lainnya yakni jenis Ki Hajar Dewantara Class, berbeda dengan 9 fregat lainnya yang merupakan buatan Belanda, kapal ini merupakan buatan Yugoslavia, dibuat mulai tahun 1981, kapal ini selain sebagai armada pemukul, kapal ini juga digunakan sebagai kapal latih.

Selain ke-sepuluh kapal fregat diatas, TNI AL juga memiliki 4 kapal corvette jenis Sigma Class, buatan Belanda yang dibuat mulai tahun 2005 dan diluncurkan mulai tahun 2006, kapal ini mulai bertugas untuk TNI AL pada kisaran tahun 2007-2009, kapal ini dibuat khusus untuk Indonesia alias kapal baru. Kapal jenis Sigma ini juga menjadi kapal perang dengan spesifikasi tercanggih dan modern yang dimiliki oleh TNI AL, selain itu TNI AL juga memiliki kapal-kapal lain, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun produksi luar negeri, namun secara kualitas dan kuantitas memang boleh dikatakan secara umum masih belum ideal bagi TNI AL untuk menjaga wilayah laut kita.

Tahun 2014 ini, rencananya akan tiba 3 kapal perang buatan Inggris, yakni jenis Nakhoda Ragam Class yang sebelumnya diperuntukan untuk angkatan laut Brunei yang akhirnya dibeli Indonesia. 3 kapal perang ini diberi nama, masing-masing KRI Bung Tomo 357, KRI John Lie 358, dan KRI Usman-Harun 359, ketiga kapal perang ini tentu akan menambah kekuatan TNI AL, meskipun masih jauh dari kata ideal, ketiga kapal perang ini juga memiliki spesifikasi yang terbilang canggih dan modern, kapal ini sendiri dibuat pada tahun 2001-2002.

Selain itu, tahun ini juga dijadwalkan 3 Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter  produksi PT PAL akan selesai dibuat yang salah satu diantaranya sudah diserahterimakan kepada TNI AL pada 28 Mei 2014 yang lalu, ketiga KCR ini rencananya juga akan dilengkapi rudal C-705, tentu ini juga akan menambah kekuatan tersendiri bagi TNI AL, khususnya dalam kekuatan satuan kapal cepat yang juga sebelumnya telah dimiliki oleh TNI AL. Selain itu, Indonesia juga tengah bekerja sama dengan Belanda dalam pembuatan kapal perusak kawal rudal dan dengan Korea Selatan dalam embuatan kapal selam.

Berbicara tentang kekuatan TNI AL, boleh lah kita sedikit berandai-andai, jika saat ini kekuatan laut kita bisa ideal dan bahkan lebih tangguh dari yang saat ini, tentu akan sangat membanggakan, bayangkan jika saat ini kita memiliki 100 kapal fregat, 100 kapal corvette, 50 kapal destroyer, 50 kapal LPD (Landing Platform Dock), 50 kapal LST (Landing Ship Tank), 100 KCR, 50 Kapal selam dan 50 kapal kapal penyapu ranjau,  50 kapal corvette anti kapal selam serta 150 kapal patroli, total kita memiliki 750 kapal dengan spesifikasi canggih dan modern  dan ini belum termasuk kapal yang sudah kita miliki saat ini, tentu akan sangat kuat pertahanan kita di laut, negara lain akan berpikir ulang untuk mengusik kedaulatan kita, tak akan ada lagi pelanggaran batas wilayah atau bahkan pencaplokan pulau-pulau kita.

Bagi Indonesia sendiri tentunya kekuatan laut teramat sangat penting, karena Indonesia yang notebennya sebagai negara kepulauan, memiliki wilayah laut luas, serta banyak pulau-pulau, tentu memerlukan kekuatan laut yang handal.

Kekuatan Angkatan Laut kita saat ini memang belum ideal, khususnya dalam kecanggihan alutsista, namun kita patut mengapresiasi TNI AL yang selama ini telah menjaga wilayah laut kita dengan segenap kemampuan, kendati masih banyak keterbatasan. Semoga kedepan kekuatan militer kita, termasuk di Angkatan Laut bisa terus meningkat....

Jayalah Indonesiaku, Jayalah TNI-ku, Jalesveva Jayamahe (Di Laut Kita Jaya)

Terima kasih telah mengunjungi dan membaca informasi : Di Laut, Kita “Harus” Jaya

Ricky-Site

Reaksi:
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang Baik dan Bijaksana

Facebook Follow me on Twitter! Follow me on Google+! Subscribe on Youtube! Subscribe to RSS Feed