Buah Bisbul (casamascia.com)
Pernah makan buah bisbul? Di Indonesia, bisbul juga dikenal dengan sebutan buah mentega. Buah langka yang berasal dari Filipina ini masih berkerabat dengan kesemek. Di negara asalnya, buah bisbul disebut kamagong dan hidup liar di hutan-hutan. Mau tahu apa khasiatnya bagi tubuh? Berikut adalah lima khasiat buah bisbul bagi kesehatan tubuh, seperti dilansir organicfacts via merdeka.com.

Baca juga : 7 Manfaat Buah Alpukat bagi Kesehatan

1. Kesehatan jantung

Buah mentega mengandung banyak kalium yang dapat membantu merenggangkan pembuluh darah, mengurangi stres pada sistem kardiovaskular, dan menurunkan tekanan darah.

Kandungan serat yang melimpah pada buah ini juga bisa menurunkan kolesterol, sehingga dapat membantu mengurangi risiko aterosklerosis, bekuan darah, serangan jantung, dan stroke. Anda bisa mengonsumsi buah ini untuk menjaga kesehatan jantung Anda.

2. Menjaga sirkulasi darah

Kandungan zat besi yang melimpah dalam bisbul dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh. Zat besi juga bisa meningkatkan oksigenasi jaringan penting dan kelompok otot, merangsang pertumbuhan rambut, mempercepat proses penyembuhan sel-sel, dan meningkatkan efisiensi metabolisme. Bagi Anda yang memiliki masalah dengan sirkulasi darah, tak ada salahnya untuk mengonsumsi buah langka ini.

3. Kesehatan pencernaan

Kandungan serat yang ditemukan pada bisbul dapat membantu meningkatkan proses pencernaan, sehingga dapat mengurangi risiko sembelit dan masalah pencernaan lainnya. Dalam pengobatan tradisional Filipina, bisbul sering dipakai untuk menyembuhkan disentri dan diare.

4. Meningkatkan kesehatan pernapasan

Di Filipina, buah ini juga sering digunakan untuk meredakan batuk, sesak di dada, dan asma. Hal itu kemungkinan besar karena tingginya kandungan vitamin dan mineral pada bisbul, yang juga berkontribusi terhadap peningkatan sistem kekebalan tubuh.

5. Sistem kekebalan tubuh

Buah bisbul kaya akan vitamin C dan vitamin A, yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan bertindak sebagai antioksidan. Antioksidan dapat melawan radikal bebas yang dapat bermutasi atau membunuh sel-sel sehat di tubuh. Kedua vitamin itu juga dapat mencegah penuaan dini, merangsang pertumbuhan, dan meningkatkan kesehatan kulit.

Inilah lima manfaat menakjubkan yang tersembunyi dalam legitnya buah langka bisbul. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda!

Sumber : Merdeka
Rudal yang disebut NATO dengan nama AA-12 Adder ini merupakan rudal udara ke udara (air to air missile/AAM) jarak menengah dan jauh dengan sistem pemandu active radar homing. Vymvel Design Bureau membuat 10 varian rudal R-77. [lockonfiles.com]

R-77 termasuk rudal beyond visual range (BVR) karena target berada di luar jangkauan pandangan mata pilot. Peranan radar penjejak sasaran pada pesawat sangat penting dalam penembakan. [su-27flanker.com]

Penembakan rudal ini memakai pola fire and forget (tembak dan lupakan) karena di moncong R-77 dilengkapi dengan radar pemancar dan sensor elektronik untuk melacak target yang akan dihancurkan. [lockonfiles.com]

Baca juga : Sekilas tentang pesawat 'Super Flanker' Sukhoi SU-35

Su-30MK TNI AU dengan rudal R-77 dibawah air intake. Foto: ARC.web.id (Sioux)

Rudal R-77 dapat meluncur dengan kecepatan 4,5 Mach dan menjangkau sasaran sejauh 90 km (R77) dan 175 km (R-77 M1). R-77 dapat ditembakan saat pesawat terbang pada ketinggian antara 5 meter sampai hingga 25 km. Untuk tenaga, rudal ini menggunakan roket berbahan bakar padat (R-77) atau sistem penghisap udara ramjet (R-77-PD). [Vitaliy V. Kuzmin]

Rudal ini mulai dikembangkan pada 1982 dan pertama kali diperlihatkan pada Moscow Airshow (MAKS) 1992. Rusia membuat R-77 sebagai tandingan rudal AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium Range Air to Air Missile) yang merupakan andalan utama Amerika Serikat dan NATO. [ausairpower.net]

Indonesia, Vietnam, dan Malaysia, merupakan negara-negara di Asia Tenggara pengguna rudal yang mampu bermanuver hingga 12 G, sementara Singapura, Australia, dan Malaysia, memiliki tandingannya, yaitu rudal AIM-120 AMRAAM. Meskipun Indonesia memiliki pesawat tempur F16 A/B Block 15 dan F-16 Block 25+, Amerika Serikat belum mau menjual AIM 120 ke Indonesia. [defence.pk]

Spesifikasi R-77


  • Manufaktur : Vympel (Tactical Missile Corp)
  • Panjang : 3,6 meter
  • Diameter : 20 centimeter
  • Wingspan : 35 centimeter
  • Bobot : 175 kg (R-77) 226 (R-77M1)
  • Berat hulu ledak : 22 kg
  • Mekanisme penghancuran : laser proximity fuze
  • Mesin : Solid fuel rocket motor (R-77)/ Air breathing ramjet (R-77M1)
  • Kecepatan : 4,5 Mach
  • Ketinggian luncur : 5 – 25.000 meter
  • Pemandu : Active radar homing
  • Jangkauan : R-77 (90 km), R-77M1 (175 km)

Sumber : Tempo
SU35 @ MAKS 2015 [Marina]

Belakangan ini cukup ramai diberitakan tentang pesawat tempur Sukhoi SU-35 yang akan dibeli oleh Indonesia. Yah... Kabar gembira itu memang harus dibagi karena penantian yang ditunggu dengan harapan yang sesuai dengan kenyataan sungguh menjadi sebuah hal yang ‘menggembirakan’. Di minggu pertama September ceria 2015 Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah mengumumkan bahwa pilihan pada penggantian skuadron tempur F5E akhirnya jatuh pada jet tempur Sukhoi SU-35 yang memang sangat dinantikan.

Pilihan terhadap pesawat Sukhoi SU-35 ini dianggap sebagai pilihan yang tepat, karena dengan berbagai keunggulannya, Sukhoi SU-35 tentunya bisa lebih meningkatkan kewibawaan udara Indonesia dan memberi efek gentar, serta untuk lebih memperkuat pertahanan wilayah kedaulatan NKRI dan untuk menghadapi berbagai macam tantangan dan ancaman yang mungkin akan dihadapi di waktu yang akan datang.

Sukhoi SU-35 adalah pesawat tempur multiperan, kelas berat, berjelajah panjang, dan bertempat duduk tunggal asal Rusia. Pesawat ini dikembangkan dari Su-27. Sebagai pesawat tempur generasi 4++ yang dijuluki sebagai ‘Super Flanker’, Shukoi SU-35 memliki jangkauan radar 2 lebih jauh ketimbang pesawat-pesawat generasi 4 atau 4+ yang memungkinkan SU-35S melakukan aksi First Look-First Shoot-First Kill sebelum pilot lawan melihat super flanker, pilot SU-35S bisa lebih dulu menjatuhkan pesawat lawan tersebut, bahkan secara teori jangkauan radar milik Sukhoi SU-35 ini lebih jauh dibanding pesawat F22 Raptor buatan Amerika.

Sukhoi SU-35 juga tak mudah untuk di endus radar lawan (semi stealth), meski SU-35 bukan pesawat siluman atau stealth seutuhnya layaknya generasi ke 5 seperti F22 Raptor atau F35 Lightning II. Di sektor mesin milik SU-35S juga jauh lebih bertenaga, mesin ganda 117S sangat superior dan irit setrum ketimbang Jet tempur lain, F16 misalnya.

Pesawat ini mampu melakukan manuver yang tidak bisa dilakukan oleh pesawat tempur lainnya yakni, berhenti seketika di udara, mampu terbang cepat di ketinggian dan bisa membawa banyak rudal udara ke udara. Pesawat multiperan dengan kemampuan manuver tinggi ini juga mampu menembakkan rudal secara rearward-firing (menembak ke belakang) dan Mampu beroperasi dari landasan pendek berkat mesin yang dilengkapi TVC (thrust vectoring control).

Meski biaya operasional per jamnya terbilang paling tinggi, bahkan ada yang menyebut Sukhoi sebagai ‘ATM terbang’. Mengutip informasi dari defence.pk, biaya operasional per jam (cost of flying per hours) SU-27/SU-30 mencapai USD 7.000, sementara untuk Su-35 biaya operasi per jam bisa mencapai USD 14.000 (Sebagai perbandingan biaya operasional per jam F-16 hanya USD 3.600), namun toh semua itu bisa terbayarkan dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Sukhoi SU-35, serta kebutuhan akan alutsista yang berkualitas mutlak adanya untuk memperkuat pertahanan NKRI.

Berikut ini sekilas mengenai spesifikasi SU-35 :

  • Awak : 1 orang
  • Berat Kosong : 19.000 kg
  • Berat Lepas Landas Maksimum : 34.500 kg
  • Kecepatan Maksimum : 2.500 km/jam
  • Jangkauan Terbang Tanpa Tangki Bahan Bakar Tambahan : 3.600 km
  • Persenjataan :
Jenis Senapan :
Senapan Gryazev-Shipunov GSH-30-1 30mm
Jenis Rudal :
Sling Eksternal 12 titik
Rudal udara ke udara (Air to Air) jarak dekat, menengah dan jauh (200 km)
Rudal udara ke permukaan (Air to Surface) jarak jauh dan rudal anti kapal
Bom cerdas hingga kaliber 1500 kg
Bom serbaguna hingga kaliber 1500 kg

  • Perangkat Elektronik Aviasi : Radar Irbis (Jarak pendeteksian sasaran - 400 km)
Varian Sukhoi SU-35

SU-35 : Pesawat tempur dengan satu tempat duduk.
SU-35UB : Pesawat tempur dan pesawat latih dengan dua tempat duduk.
SU-35BM : Pesawat tempur bertempat duduk tunggal dengan avionik yang diperbarui .
SU-35S : SU-35BM versi domestik Rusia
SU-35K : SU-35BM versi ekspor
Photo by Shutterstock

"Kenapa saya masih sendiri?" Pastinya tak sedikit di antara kita yang sering menanyakan pertanyaan ini pada diri sendiri.

Bukannya kita tak menarik dari segi fisik maupun kepribadian. Kita bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, pria maupun wanita. Orang-orang di sekitar kita pun pada dasarnya menganggap kita menyenangkan.

Tetapi tetap saja, tak ada tambatan hati yang menemani kita melalui hari demi hari. Apa yang salah?

Percaya atau tidak, sedikit-banyak masalahnya memang terletak pada diri kita sendiri. Tanpa disadari, kita memelihara pola pikir negatif yang pada akhirnya membuat kita sulit untuk menemukan kebahagiaan dalam cinta.

Berikut ini sejumlah alasan yang mungkin menjadi penyebab utama kita masih sendiri.

1. Bertahan di zona nyaman

Bukannya kita merasa paling bahagia tanpa pasangan. Kita juga merindukan rasanya jatuh cinta dan dicintai. Tetapi, tanpa disadari kita juga takut memulai hubungan yang baru. Dan hal ini membuat kita mencari-cari alasan untuk tidak 'mencari' cinta.

Kita lebih memilih untuk tetap berada di zona yang sudah kita kuasai luar-dalam: melajang.

2. Mengejar kesempurnaan

Yakin Anda tidak mengejar kesempurnaan dalam mencari cinta? Setiap pria yang kita temui tidak cukup baik untuk menjadi pasangan kita. Situasi dan kondisinya selalu tak tepat. Selalu ada saja yang salah hingga kita mulai bertanya-tanya, kapan kita akan menemukan seseorang yang tepat?

Tentu saja jawabannya 'tak akan pernah.' Kita tak mungkin menemukan seseorang yang benar-benar memenuhi kriteria kita. Setiap orang tak sempurna. Sama seperti kita yang juga tak akan pernah menjadi sosok sempurna untuk siapapun.

Bukannya kita tak boleh memiliki kriteria. Tetapi, tampaknya kita memang harus belajar untuk menerima satu atau dua kekurangan dalam diri orang lain.

3. Menilai diri sendiri terlalu tinggi

Tentu saja kita harus menghargai diri sendiri. Cintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain.

Wajar kalau kita ingin menemukan seseorang yang 'pantas' untuk bersama kita. Tetapi, mari kita pastikan terlebih dahulu kalau kita juga 'pantas' untuk berada di sisi seseorang. Tak ada salahnya kalau kita sering interospeksi agar menjadi seseorang yang lebih baik.

4. Menilai diri sendiri terlalu rendah

Mungkin kita pernah menginginkan seseorang untuk menjadi pasangan kita, namun karena berbeda status sosial, misalkan dia adalah orang kaya, anak pejabat atau mungkin dia seseorang yang rupawan, sedangkan kita hanya seseorang biasa dan menilai bahwa diri kita sendiri kurang rupawan, lantas membuat kita putus asa untuk coba mendekatinya karena takut dia akan menolak kita. Tapi belum tentu, cinta bukan soal materi ataupun fisik semata. Mungkin saja si dia justru tertarik dengan kita, dengan apa yang kita miliki, karena sejatinya cinta itu saling melengkapi.

Cobalah untuk lebih percaya diri, tetap semangat dan lakukan yang terbaik.

5. Terjebak nostalgia

Benar. Tampaknya inilah alasan paling umum kenapa seseorang yang atraktif tetap sendiri. Tanpa sadar kita terjebak dalam masa lalu yang menyakitkan.

Kita mundur dari kemungkinan untuk menjalani hubungan yang baru dengan seseorang yang sebenarnya sesuai untuk kita, karena masih teringat dengan mantan.

6. Takut gagal

Tidak sedikit orang yang takut untuk memulai hubungan atau justru mundur di tengah jalan karena takut gagal. Kita memutuskan untuk tidak mencoba sampai akhir karena takut dengan risiko terburuk yang kemungkinan terjadi.

Padahal segala hal di dunia ini mengandung risiko. Namun di balik risiko melekat pula reward yang sepadan. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan reward itu adalah dengan mengambil risiko.

Itulah beberapa mindset yang bikin kita jadi jomblo sejati. Dan sudah pasti hanya kita sendiri yang bisa mengakhiri kebiasaan negatif ini.

Sumber : Merdeka
Prototipe kamera 250 MP Canon

Sebagai brand terpopuler di industri fotografi, Canon terus mengembangkan inovasi-inovasinya. Karya terbarunya, meski baru berupa prototipe adalah sensor kamera beresolusi terbesar di dunia. Saking kuatnya, sensor ini memungkinkan kamera untuk membaca tulisan dari jarak 18 kilometer!

Menurut Canon, sensor kamera CMOS APS-H terbarunya itu mempunyai resolusi 250MP atau sekitar 5 kali lebih kuat dari sensor kamera Canon 5DS and 5DS R. Dua kamera itu adalah kamera beresolusi tertinggi yang ada di pasaran saat ini, dengan sensor 'hanya' 50,6MP.

Resolusi gambar yang dihasilkan oleh sensor CMOS tersebut adalah 19.580 x 12.600 piksel. Angka itu menurut Canon adalah rekor baru di dunia resolusi.

Bahkan, kamera yang menggunakan sensor 250MP itu diklaim mampu membaca tulisan di sayap pesawat yang sedang terbang di ketinggian 18 kilometer! Tidak kalah, kecepatan sensor kamera Canon ini juga memungkinkannya mengambil 5 foto beresolusi 250MP sekaligus hanya dalam 1 detik.

Sensor kamera 250 MP Canon

Dikutip dari Arstechnica (08/09), satu buah foto beresolusi tinggi yang diambil oleh sensor Canon ini bisa menguras memori penyimpanan karena membutuhkan setidaknya kapasitas penyimpanan 350MB!

Belum jelas kapan Canon akan merilis kamera dengan sensor 250MP-nya itu. Mungkin beberapa tahun mendatang, kamera ini dapat segera diproduksi secara massal dan dapat digunakan untuk keperluan fotografi maupun dalam dunia medis.

Sumber : Merdeka
Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terdiri dari 3 matra, yakni Angkatan Darat, Laut dan Udara masing-masing memiliki pasukan khusus yang berfungsi untuk tugas-tugas khusus dalam operasi militer perang (OMP), termasuk untuk operasi militer selain perang (OMSP), dan berikut ini beberapa pasukan khusus yang dimiliki oleh TNI.

SATBRAVO-90 (Pasukan Khas TNI AU)

Satuan Bravo 90 (Satbravo-90) sebelumnya bernama Denbravo 90 adalah satuan pelaksana operasi khusus Korps Pasukan Khas yang berkedudukan langsung di bawah Dankorpaskhas. Satuan Bravo 90 Paskhas bertugas melaksanakan operasi intelijen, melumpuhkan alutsista/instalasi musuh dalam mendukung operasi udara dan penindakan teror bajak udara serta operasi lain sesuai kebijakan Panglima TNI.

Pasukan ini terbilang pasukan khusus Indonesia yang paling muda pembentukannya. Baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo berarti yang terbaik. Konsep pembentukannya merujuk kepada pemikiran Jenderal Guilio Douchet: Lebih mudah dan lebih efektif menghancurkan kekuatan udara lawan dengan cara menghancurkan pangkalan/instalasi serta alutsista-nya di darat daripada harus bertempur di udara.

Satuan Bravo 90 memiliki motto : Catya Wihikan Awacyama Kapala artinya Setia, Terampil, Berhasil

KOPASSUS (TNI AD)

Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.

Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, operasi pembebasan sandera perompak Somalia, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan Kopassus tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi Kopassus yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh (long range recce) di perbatasan Papua nugini.

Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah.

Kopassus memiliki motto : Berani, Benar, Berhasil.

KOPASKA (TNI AL)

Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya.

Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama dari pasukan ini adalah peledakan/demolisi bawah air termasuk sabotase/penyerangan rahasia kekapal lawan dan sabotase pangkalan musuh, torpedo berjiwa (kamikaze), penghancuran instalasi bawah air, pengintaian, mempersiapkan pantai pendaratan untuk operasi amfibi yang lebih besar serta antiteror di laut/maritime counter terrorism.

Bapak dari Kopaska adalah Kapten Pelaut Iskak dari sekolah pasukan katak angkatan laut di pangkalan angkatan laut Surabaya. Dalam masa damai, Kopaska terbagi dalam tim-tim berkekuatan tujuh orang yang bertugas sebagai personel keamanan untuk pejabat atau tamu penting negara. Lebih penting lagi, salah satu tugas mereka adalah menjadi pengawal pribadi presiden dan wakil presiden Indonesia. Mereka juga secara terbatas membantu tugas-tugas SAR di laut. Di samping itu, Kopaska pernah bertugas memperkuat pasukan perdamaian PBB.

Kopaska memiliki motto : Tan Hana Wighna Tan Sirna (Tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi)

YONTAIFIB (Marinir TNI AL)

Batalyon Intai Amfibi atau disingkat YonTaifib adalah satuan elit dalam Korps Marinir seperti halnya Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat. Dalam perang, mereka ini yang akan diterjunkan di garis depan untuk melakukan sabotase atau pembuka jalan bagi pasukan reguler. Dahulunya satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi).

Untuk menjadi anggota YonTaifib, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan intai amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km. Program latihan berlangsung selama sembilan bulan berturut-turut. Jika tak lulus, mereka akan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Dari satuan ini kemudian akan direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk kedalam Detasemen Jala Mengkara, pasukan elitnya TNI Angkatan Laut.

YonTaifib memiliki motto : Maya Netra Yamadipati

DENJAKA (TNI AL)

Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL. Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut). Lama pendidikan ini adalah 6 bulan. Intinya Denjaka memang dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama anti teror aspek laut.

Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984. Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut.

Denjaka memiliki motto : Satya Wira Dharma
Medali bintang gerilya merupakan salah satu tanda kehormatan yang diberikan negara kepada warganya. Memang bukan gelar tertinggi yang pernah dianugerahkan, namun merupakan tanda kehormatan tertua dan tak semua orang berhak memilikinya.

Bintang gerilya diberikan kepada warga negara RI yang ikut ambil bagian dalam perjuangan mempertahankan republik sejak tahun 1945-1949. Dalam periode teraebut, Indonesia yang baru mencicipi kemerdekaan diguncang Agresi Militer Belanda I (20 Juni 1947 - 22 Februari 1948) dan Agresi Militer Belanda II (18 Desember 1948 - 27 Desember 1949). Perjuangan pada rentang waktu tersebut sangat vital bagi kedaulatan negara. Sebab dua agresi yang dilancarkan oleh Belanda dan Sekutu ini merupakan upaya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negeri jajahan.

Bintang gerilya pertama kali diberikan pada tahun 1949 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8/1949. Idealnya, semua veteran pejuang 1945-1949 yang memenuhi syarat akan mendapatkan tanda kehormatan tersebut. Namun pada kenyataannya, tak sedikit mantan pejuang yang tidak memiliki bintang gerilya, adapun beberapa veteran yang baru menerima bintang gerilya setelah 68 tahun.

Tentunya mereka tidak mengharapkan penghargaan atas perjuangan fisik yang dilakukan secara sukarela. Bahkan meskipun pemberian bintang gerilya disertai tunjangan pensiun dan hak untuk dimakamkan di taman makam pahlawan.

Namun sudah sewajarnya jika jasa mereka diingat dan dihargai dengan pantas. Setidaknya agar masa tua mereka tidak menjadi salah satu kisah ironis yang sering kita baca di media.

Bintang Gerilya berbentuk sebagai berikut:

Bintang Gerilya (Wikipedia)

Sebuah bintang bersudut lima dibuat dari baja dengan garis tengah 42 milimeter dan tengah-tengah di dalam lingkaran dengan garis tengah 20 milimeter dilukiskan tulisan ”PAHLAWAN GERILYA” dengan dilingkari rangkaian padi.

Bintang disertai Patra yang bentuk dan kombinasinya sama dengan bintangnya, berukuran garis tengah 60 mm.

Pita Bintang berupa Pita Kalung yang berukuran lebar 35 mm dan berwarna dasar merah dengan 3 lajur berwarna putih lebar 3.5 mm yang membagi dalam bagian-bagian yang sama.

Merdeka
Penjelajah "Ordzhonikidze" di Samudera Hindia. Sumber:Ria Novosti

Hubungan Uni Soviet dan Indonesia pasca-Perang Dunia II mulai berkembang dengan pesat sejak keduanya menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1950. Pada saat itu, Uni Soviet membutuhkan sekutu, sedangkan Indonesia membutuhkan dukungan dalam menyingkirkan sisa-sisa Pemerintahan Kolonial Belanda.

Puncak kemesraan antara kedua negara berlangsung pada awal tahun 1960-an, yaitu saat Uni Soviet “membangun” Angkatan Bersenjata Indonesia dari nol. Soviet bahkan mengirimkan angkatan bersenjatanya ke Indonesia. Di antara peralatan militer yang mengeluarkan biaya berkisar satu miliar dolar AS, yang paling menonjol adalah proyek Cruiser 68-bis "Ordzhonikidze" yang dinamakan sebagai KRI Irian 201.

Kapal ini menjadi kapal perang Soviet yang pertama dalam sejarah pascapeperangan yang dialihkan kepada negara asing. Namun, sejarah kapal ini dimulai pada awal perang kemerdekaan Indonesia. Saat itu, ribuan kilometer jauhnya dari Indonesia, para insinyur Soviet ditugaskan membangun armada Indonesia yang lemah pascaperang. Proyek 68-bis memiliki banyak hal unik. Untuk pertama kalinya, insinyur Soviet menggunakan teknologi pengelasan pada lambung kapal dan pengelasan satuan badan kapal yang berbobot 100–150 ton.

Pada akhirnya, terciptalah dengan sukses serangkaian kapal perang yang tak serupa dengan armada negara asing lainnya. Berbeda dengan kapal negara lainnya, kapal perang ini mengangkut meriam kaliber kecil, yaitu meriam kaliber 150 mm sebagai pengganti kaliber 203 mm yang diimbangi dengan performa yang baik. Karena menggunakan senjata kaliber kecil, kapal pun menjadi lebih ringan sehingga bisa meningkatkan survivabilitas kapal. Raksasa ini mengangkut 12 meriam utama kaliber 152 mm, 12 meriam kaliber 100 mm, dan 32 meriam kaliber 37 mm. Selain itu, kapal ini mampu mengangkut hasil tambang dan membawa dua set torpedo tabung kaliber 533 mm.

Kapal "Ordzhonikidze" adalah kapal ketiga dalam rangkaian seri dan dinamai untuk menghormati revolusioner dan politikus Soviet Grigory Ordzhonikidze. Kapal Angkatan Laut Soviet tiba pada tahun 1952. Meskipun masa bakti kapal ini cukup singkat (kapal ini menjadi bagian dari Angkatan Laut Uni Soviet selama 10 tahun), kapal ini setidaknya pernah dua kali masuk dalam sejarah Perang Dingin.

Kejadian pertama terjadi pada saat kunjungan Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev di Portsmouth dengan Ordzhonekidze. Saat itu, penyelam strategis Inggris menyelam ke bawah kapal Ordzhonekidze. Tujuan tindakan ini tidak sepenuhnya diketahui, tapi menurut versi lain, mereka ingin memasang bom. Namun hal ini justru berujung pada kematian salah satu pengunjung, yaitu perenang Angkatan Laut Kerajaan Inggris sekaligus intelijen MI6 Lionel Crabb. Jenazahnya tanpa kepala dan tangannya ditemukan 14 bulan setelah kejadian tersebut.

Episode kedua adalah titik balik nasib kapal tersebut dan segala hubungan yang berkaitan antara Uni Soviet dan Indonesia. Namun, hanya sedikit yang kita ketahui mengenai seperti apa sebenarnya peran Soviet dalam membantu perjuangan kemerdekakan Indonesia di dunia.

“Petualangan” kebijakan luar negeri Soviet dimulai dengan kunjungan Nikita Khrushchev ke Indonesia pada bulan Februari 1960. Selama kunjungan tersebut, terjadi penandatanganan perjanjian untuk penyediaan kapal, pesawat, helikopter, tank, dan senjata lainnya. Tidak diragukan lagi, yang paling mahal di antara daftar tersebut adalah kapal penjelajah "Ordzhonikidze".

Kapal ini berangkat ke Indonesia pada bulan April 1962, hanya selang empat bulan sebelum berakhirnya operasi kembalinya Irian Barat ke pangkuan Indonesia, yang pada  saat itu tidak mau dilepaskan oleh Belanda. Dari sini terlihat bahwa peran Uni Soviet dalam momen-momen ini sangat jelas terlihat. Menurut publikasi terakhir yang muncul di media Rusia, pada masa itu Uni Soviet tidak hanya berkomitmen untuk menyediakan pesawat tempur dan peralatan lainnya untuk menyiapkan militer Indonesia. Para perwira dan tentara Soviet terlibat di sebagian pos perang di kapal perang dan kapal selam. Uni Soviet bahkan berhadap dengan sekutu Belanda di NATO, yaitu Inggris dan Amerika dengan pilihan antara kemerdekaan Indonesia atau dimulainya Perang Dunia III. Namun, ternyata mitra Belanda—Inggris dan Amerika—tidak mau memperjuangkan kepentingan Belanda di Indonesia.

Pada akhir masa bakti Ordzhinikidze/Irian menjadi saksi bisu runtuhnya hubungan Soviet dan Indonesia. Setelah upaya kudeta yang dilakukan oleh Gerakan 30 September dan pemerintahan baru mulai berkuasa, Soeharto melarang Partai Komunis dan serikat buruh. Ia melakukan penyensoran dan menindas lawan-lawan politiknya. Simbol persahabatan Soviet dan Indonesia berubah menjadi penjara bagi para pembangkang. Pada tahun 1972 kapal tersebut dilucuti dan penjualan kepada Pemerintah Indonesia pun dibatalkan.

RBTH
Siapa yang tak kenal Nokia? Produsen ponsel asal Espoo, Finlandia ini sempat menjadi produsen favorit banyak kalangan di era '90-an hingga awal tahun 2000.

Sayangnya keputusan Nokia mengadopsi Windows Phone justru membuat perusahaan tidak mampu bertahan di tengah ketatnya bisnis ponsel pintar. Nokia pun harus merelakan divisi mobile miliknya diakuisisi oleh Microsoft.

Meski hingga kini tidak ada lagi ponsel besutan Nokia, tetapi setidaknya ada 5 (lima) kesan utama yang masih melekat kuat pada "ponsel sejuta umat" itu. Berikut ini adalah 5 tipikal ponsel merek Nokia yang sulit tergantikan oleh ponsel pintar merek apapun.

  • Nada Dering
Siapa tak ingat nada dering atau ringtone khas Nokia? Entah itu monophonic, polyphonic, atau format MP3, siapa yang tidak mengenal nada dering khas Nokia. Jika orang mendengar nada dering itu, pasti dalam benaknya berujar, “pasti hp orang itu Nokia!” Kemajuan teknologi nada dering kemudian membuat Nokia memboyong dentingan yang sama hingga ke seri Lumia.

Menariknya, di era ponsel fitur Nokia juga memberikan keleluasaan bagi penggunanya untuk mengarang sendiri nada dering yang mereka inginkan.

  • Casing Warna Warni
Masih ingat Nokia Pisang? Ponsel menyerupai botol minum dengan warna cerah khas anak muda menjadi kunci kesuksesan Nokia.

Sejak saat itu Nokia merilis sejumlah ponsel berwarna "eye-catching" hampir di semua seri besutannya. Bahkan, casing juga menjadi salah satu strategi pemasaran ponsel Nokia yang terbilang terhitung sukses diburu pecintanya.

  • Game Snake
Ingatkah kamu, Bill Clinton, mantan Presiden AS penah jadi bintang iklan TVC Nokia. Saat itu divisualisasikan jika dirinya sedang bermain game “ular-ularan” Snake. Inilah satu ciri khas Nokia yang melegenda, game Snake.

Snake menjadi salah satu game favorit yang hanya bisa dimainkan oleh pengguna ponsel Nokia kala itu. Tak tanggung-tanggung, Nokia sempat mengadakan kompetisi memainkan game Snake di era 90'an.

Meski ponsel Nokia sudah tidak ada, tetapi kini game serupa bisa kembali dimainkan. Pengguna Android dapat bernostalgia melalui game serupa yang terlahir kembali dengan judul game "Snake Rewind".

  • OS Symbian
Jauh sebelum ketenaran Android dan iOS, Nokia sudah lebih dahulu mencicipi kesuksesan berkat OS Symbian dan S40. Selain disematkan dalam ponsel fitur, sistem operasi ini juga diadaptasi dalam ponsel pintar seri Communicator.

Selain Symbian, Nokia juga sempat memperkenalkan ponsel dengan sistem operasi Meego. Sayangnya, OS ini tidak mampu mengembalikan masa kejayaan Nokia.

  • Daya Tahan
Berbeda dengan ponsel pintar yang relatif mudah cacat saat terbentur, tidak demikian dengan ponsel Nokia. Meski memliki keterbatasan teknologi, ponsel fitur Nokia terhitung tahan banting saat ditempa berbagai pengujian ekstrim baterainya pun awet bisa menyala berhari-hari.

Sumber : Liputan6
Jenis senapan serbu di dunia memang beragam, masing-masing negara maju umumnya punya platform pengembangan sendiri sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Tapi harus diakui hanya ada dua poros senjata yang punya nilai fanatisme besar dan membawa pengaruh demikian luas, yakni M16 dan AK (Avtomat Kalshnikova)-47. Keduanya bisa diibaratkan menjadi dua mahzab tersendiri dalam jagad senjata, M16 mewakili nama besar Amerika Serikat, dan AK-47 mewakili superioritas kubu Rusia.

Mengiringi babak demi babak peperangan di seluruh dunia, dan tentunya gengsi AS dan Uni Soviet dalam era Perang Dingin, kedua senjata tak pelak menjadi lambang dominasi kekuatan militer, bahkan membawa pengaruh dalam urusan politik. Sebagai contoh, AK-47 bahkan dijadikan ikon dalam bendera nasional Mozambik. Dilahirkan dari dua kutub yang berbeda, M16 dan AK-47 juga disajikan dengan kalibe peluru yang berbeda, tentunya dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Dua perancang senjata bertemu, Mikhail Kalashnikov, perancang AK-47 (memegang M16) dan Eugene Stoner, perancang M16 (memegang AK-47).
Perseteruan antara M16 dan AK-47 untuk memenangkan predikat terbaik di antara senapan serbu sudah berlangsung cukup lama. Karena tidak ada pemenang definif, maka saluran dokumenter TV di Amerika Discovery Channel, membuat satu program spesial: Battle of The Centuries, M16 vs AK-47. Tujuannya untuk mencari juara sejati dari masing-masing kubu. Versi yang dipakaiu M16 adalah versi Vietnam dan M16-A2 karena memiliki fitur full auto. Sementara AK-47 yang digunakan adalah versi awal buatan Izmash. Penilaian dibagi ke dalam tujuh aspek:

1. Segi ergonomis
Pemakai M16 rata-rata tidak memiliki keluhan mengenai postur M16. Sedangkan AK-47 dinilai terlalu berat dan kaku, popornya terlalu pendek sehingga kurang nyaman di bahu.

2. Akurasi
Kedua diwajibkan menembak semi auto, target alumunium pada jarak 600 yard. Tembakan dilakukan enam kali. Selurun tembakan M16-A2 mengenai target dengan persebaran 13-14 inchi. Sementara dari enam tembakan, AK-47 hanya mampu mengenai satu kali, itu pun dikiri bawah.

3. Tes keandalan
Kedua senjata dimasukkan ke lumpur, air dan pasir. M16 jelas kalah dan macet. Legenda AK terbukti, senapan ini bisa terus ditembakkan tanpa macet.

4. Tes recoil
Pada mode full auto, sesudah tembakan ke 12, tembakan AK-47 sudah mengarah ke atap, sementara M16-A1 baru keluar dari target sesudah 24 tembakan.

5. Tes power
Setiap senjata harus menembak melaluio blok kayu Cinder seberat 35 pon setebal 12 inchi. Tembakan M16-A2 hanya menembus 2/3 blok, sementara AK-47 berhasil menembus kayu, sekaligus memecahkannya menjadi tiga bagian.

6. Tes penetrasi
Papan tripleks berukuran 2×4 inchi disusun berdempetan setebal 9 inchi. Peluru kaliber 5,56 mm dari M16-A2 mampu menembus sedalam 3/5 bagian, sementara AK-47 menembus semua tripleks, sembari memecahkan tiga tripleks menjadi beberapa bagian.

7. Harga
M16 punya price tag lebih tinggi 1,5 kali dari AK-47. M16 baru rata-rata berharga US$750 – US$1.000, sementara AK-47 hanya US$500, bahkan lebih murah untuk kopiannya yang dibuat di Cina.

Dari paparan diatas, jelas AK-47 unggul dalam pertarungan melawan M16. Akan tetapi, bukan otomatis AK-47 buru-buru dibeli banyak angkatan bersenjata. Bagi penganut jarak tembak efektif lebih penting dari segalanya, bisa ikut pakem AS yang menggunakan M16. Terlebih M16 unggul dalam hal kenyamanan dan akurasi. Akan tetapi, bagi yang memilih sisi keandalan, daya tahan, dan daya bunuh, maka pilihannya adalah AK-47.

Bagi Indonesia, yang sejak lama masuk dalam pusaran pengaruh AS dan Uni Soviet, sudah barang tentu sangat akrab dengan identitas M16 dan AK-47. Kedua senjata pernah menjadi senjata standar TNI dalam beberapa dekade. Meski pamor senjata serbu di lingkungan TNI telah beralih ke generasi Pindad SS-1 dan SS-2, namun turunan varian dari M16 dan AK-47 hingga kini masih cukup banyak dipakai di lingkungan satuan elit TNI dan Polri.

Sumber : Indomiliter
Ada beberapa tips ataupun cara untuk bisa memperolah penghasilan dari dunia maya/internet, misalnya melakukan bisnis online atau juga bagi para blogger bisa memasang iklan google adsense, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Nah, selain itu ada juga cara lain untuk mendapatkan penghasilan dari internet dengan cara yang mudah dan sederhana dan bisa dilakukan di waktu luang, salah satunya adalah dengan mengikuti PTC di internet. Apa itu PTC? Bagi yang belum tahu, PTC adalah kepanjangan dari Paid To Click, dimana disini anda akan dibayar dengan hanya mengklik iklan yang telah disediakan oleh penyedia PTC. Ada banyak penyedia PTC di dunia maya, dan salah satu yang tebaik adalah PTC Neobux, Neobux sendiri sudah mulai aktif sejak tahun 2008 dan telah memiliki banyak member.

Dengan mengikuti PTC anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan hanya duduk santai dirumah. Jika anda ingin mendapatkan penghasilan yang lebih besar, maka ada bisa juga berinvestasi atau membeli jenis keanggotaan (membership), tapi kita lewatkan dulu yang itu, karena disini tujuannya adalah kita bisa dapat hasil tanpa modal sedikitpun, meski membutuhkan lebih banyak waktu. Cara lainnya adalah dengan mengajak teman atau siapapun sebanyak-banyaknya untuk daftar melalui link referal milik kita yang nantinya disediakan, dan nantinya kita akan mendapat komisi dari klik iklan yang dilakukan oleh referal kita, tapi ingat ini bukan bisnis MLM.

Dan yang terpenting adalah kita rajin mengkik iklan setiap harinya (klik iklan akan di atur ulang setiap 24 jam) agar bisa memperolah penghasilan. Nantinya penghasilan yang telah kita peroleh, bisa kita ambil atau melakukan penarikan melalui akun Paypal, jika belum punya akunnya, silakan daftar terlebih dahulu di www.paypal.com , selain itu bisa juga melalui Payza dan Netteler.

"Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit"

Tampilan utama Neobux
Jika anda ingin mencobanya, silakan daftar (gratis) melalui link referal milik saya : Neobux
Untuk info selengkapnya bisa dilihat juga di situsnya langsung, karena juga tersedia dalam bahasa Indonesia, jadi bisa lebih memudahkan kita untuk memahaminya.
Washington menggunakan citra “Bad Russians” untuk ditempelkan bercokol di industri film Hollywood, demi mendapatkan persetujuan masyarakat bagi kepentingan geopolitik.

Amerika Serikat menggunakan karakter Rusia, yang digambarkan luas dalam film-film Hollywood sebagai penjahat, untuk membentuk persepsi publik Amerika Tentang Rusia dan untuk membenarkan kebijakan agresif Washington terhadap Moskow, Menurut majalah Luar Negeri AS.

Hollywood menggambarkan Rusia dalam karakter tunggal sebagai penjahat kejam dan licik, yang berusaha membunuh, melukai atau menipu. Sementara karakter Amerika Serikat selalu dibuat baik. Hal ini antara lain bisa dilihat dalam peran Ivan Drago di “Rocky IV”, Ivan Vanko di “Iron Man 2″ Sersan Yushin di salah satu serial “Rambo” dan banyak lainnya yang diberi aksen tebal Rusia “jahat”, yang diciptakan oleh Hollywood.

Tindakan semacam ini penggambaran Washington berusaha mendorong masyarakatnya, untuk melawan Moskow dan membantu Amerika Serikat untuk membenarkan kebijakan agresif terhadap Rusia. Dengan kata lain, penggambaran Hollywood tentang Rusia sebagai “orang jahat” Membantu kepentingan geopolitik AS.

Hollywood sangat pintar dalam mengambil suasana isu-isu kebijakan luar negeri AS. Ketika Gedung Putih perlu menggalang dukungan publik untuk melaksanakan kebijakan intervensi luar negeri, sutradara film siap menawarkan uluran tangan dan menggambarkan seluruh bangsa lain, sebagai orang jahat, komunis, bajak laut yang jahat, teroris, liar, tidak beradab dan banyak lainnya. Sementara, Karakter Amerika Adalah, baik dan siap mengalahkan seluruh kejahatan tersebut.

Setelah perang Vietnam, masyarakat Amerika mulai bosan dan waspada terhadap tentara AS yang pergi ke luar negeri. Namun, Ketika pemerintah AS ingin campur tangan di Timur Tengah, mencari kepentingan geopolitik dan ekonomi, mereka mulai memproduksi film-film Hollywood yang menggambarkan orang Arab (dan semua umat Islam pada umumnya) sebagai pemakai sorban dan teroris yang mengayun senjata AK-47.

Strategi itu berhasil. Tentara AS berhasil bercokol di Timur Tengah, tanpa pemahaman yang jelas apa misi mereka, siapa yang harus mereka lindungi dan mereka pun tidak tahu siapa orang orang jahat yang harus mereka hadapi.

Hollywood secara non-stop melakukan line produksi film-film dengan dengan karakter “Rusia yang Buruk” di dalamnya, untuk melyani kepentingan geopolitik Washington. Di tengah Peningkatan ketegangan antara Moskow dan Washington, penonton film Amerika mungkin akan melihat lebih banyak lagi “Rusia yang Buruk” di layar perak dalam waktu dekat.

Sputnik News Via JakartaGreater
Cabai rawit atau cabai kathur, adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura ia dinamakan cili padi, di Filipina siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu. Di Kerala, India, terdapat masakan tradisional yang menggunakan cabai rawit dan dinamakan kanthari mulagu. Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan nama Thai pepper atau bird's eye chili pepper.

Buah cabai rawit berubah warnanya dari hijau menjadi merah saat matang. Meskipun ukurannya lebih kecil daripada varietas cabai lainnya, ia dianggap cukup pedas karena kepedasannya mencapai 50.000 - 100.000 pada skala Scoville. Cabai rawit biasa di jual di pasar-pasar bersama dengan varitas cabai lainnya.

Terdapat peribahasa Indonesia "kecil-kecil cabai rawit" (Malaysia: kecil-kecil cili padi), yang artinya kecil-kecil tapi pemberani.

Sebuah cabai rawit memiliki 26 kandungan nutrisi yang berbeda-beda, seperti Zinc, Selenium, Kalsium, Magnesium, Vitamin A, Vitamin C dan banyak lagi.

Ada beberapa varietas cabai, yaitu cabai merah besar, cabai merah keriting dan cabai rawit. Kita tahu semuanya pedas, namun yang paling pedas adalah cabai rawit. Untuk itulah kenapa Cabai rawit disebut sebagai rajanya rempah-rempah.  Tahukah Anda bahwa kenapa cabai rawit  itu bisa memberikan rasa yang sangat pedas. Rasa pedas yang berasal dari cabai berasal dari zat yang disebut capsaicin, dan kandungan terbanyak ada pada cabai rawit.

Sifat-sifat yang diberikan oleh zat capsaicin pada Cabai rawit adalah anti inflamasi , anti – alergi, anti jamur dan anti iritasi. Cabai rawit juga mengandung beberapa vitamin seperti vitamin A, vitamin B6 dan vitamin C , dan betakaroten. Mineral yang ada pada cabai rawit adalah, mangan dan kalium, yang semuanya baik untuk kesehatan. Cabai rawit ada yang dalam bentuk bubuk, namun yang segar tentu lebih baik jika memungkinkan didapat.

Manfaat Cabai rawit

Ada beberapa khasiat manfaat cabai rawit yang tak banyak diduga oleh kebanyakan orang. Bahkan juga dapat mencegah kanker!.. Berikut ada 12 manfaat yang bisa diperoleh dari mengkonsumsi cabai rawit yang sangat pedas :

1. Mempercepat metabolisme tubuh
Cabai rawit bisa mempercepat metabolisme tubuh Anda. Oleh karena itu berbahagialah bagi Anda yang tahan dengan rasa pedas cabai rawit. Karena mempercepat metabolisme tubuh, maka cabai rawit termasuk makanan yang dapat membantu menurunkan berat badan.

2. Menjaga kesehatan jantung
Cabai rawit juga berguna bagi jantung Anda, karena dapat mencegah serangan jantung yang mematikan dalam hitungan detik. Hal ini karena karakteristik cabai rawit yang dapat membuka arteri di jantung.

3. Membantu  pertumbuhan rambut
Cabai rawit juga dapat membantu pertumbuhan rambut Anda. Salah satu alasan utama dari masalah kebotakan adalah karena penurunan sirkulasi darah(darah tak lancar). Cabai rawit bila dioleskan pada kulit kepala akan meningkatkan sirkulasi darah, dan dengan demikian dapat membantu pertumbuhan rambut. Memang hal ini akan menyebabkan iritasi pada kulit kepala, akan tetapi ini akan memberikan manfaat yang baik.

4. Membantu meringankan rasa nyeri
Cabai rawit dapat membantu menghilangkan rasa sakit. Banyak orang yang menderita sakit kepala, dan mengkonsumsi cabai rawit akan memberikan manfaat untuk mengurangi rasa sakit kepala migren. Makan cabai juga akan membantu orang yang menderita gejala sinus. Cabai rawit juga dapat membantu untuk mengurangi sakit gigi dan sakit gusi.

5. Membantu menurunkan berat badan
Cabai rawit juga memiliki kemampuan untuk membantu menurunkan berat badan. Hal ini karena capsaicin yang pedas pada cabai rawit akan membakar lemak, dan mengeluarkannya bersama keringat. Selain itu juga karena cabai rawit yang membantu meningkatkan metabolisme tubuh, yang juga dapat menurunkan berat badan lebih cepat. Makan cabai rawit juga akan menurunkan nafsu makan, sehingga cocok jika anda ingin membatasi makan saat diet.

6. Meredakan sakit tenggorokan
Cabai rawit juga dapat membantu meredakan sakit tenggorokan. Campur cabai rawit dengan air, dan gunakan berkumur. Prosedur ini akan membantu memulihkan sakit tenggorokan dengan cepat.

7. Mencegah tekanan darah tinggi
Cabai rawit dapat membantu melancarkan peredaran darah, dengan cara mengurangi pembentukan dan penggumpalan darah. Oleh karena itu, cabai rawit adalah obat yang alami yang dapat membantu mengurangi dan mencegah tekanan darah tinggi.

8. Membantu menyembuhkan infeksi
Cabai rawit juga membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit akibat infeksi , karena cabai memiliki sifat antijamur.

9. Membantu menyembuhkan luka usus
Cabai rawit juga dapat membantu menyembuhkan luka usus, yang dikarenakan pergerakan peristaltik saat menjalankan proses pencernaan. Sehingga cabai akan memberikan manfaat kepada kesehatan pencernaan, dan membantu menyembuhkan berbagai masalah pada usus.

10. Mencegah kanker
Manfaat yang paling penting dari mengkonsumsi cabai rawit adalah membantu mengurangi resiko kanker, serta dapat menghambat perkembangan sel kanker paru-paru dan kanker pankreas. Senyawa cabai rawit yang berkemampuan untuk ini tak lain adalah capsaicin yang memberikan rasa pedas. Proses ini dikenal dengan sebutan apoptosis.

11. Membantu dalam alergi
Cabai rawit memiliki sifat anti-inflamasi, yang membantu dalam kondisi alergi kulit. Hal ini juga membantu untuk meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh kondisi arthritis

12. Membantu mengobati pilek dan flu
Cabai rawit membantu mengurangi pembentukan lendir padat yang menyebabkan pilek dengan adanya zat capsaicin yang terkandung di dalamnya, sehingga cabai rawit dapat juga melegakan hidung tersumbat.

Perhatian
Rasa pedas pada cabai rawit bersifat iritan, dan dapat memperparah kondisi sakit lambung kronis. Untuk orang yang sehat, sebaiknya tidak berlebihan dalam mengkonsumsi cabai rawit. Efek samping karena kebanyakan makan cabai rawit adalah rasa mulas, sakit perut, diare, sering BAB dan panas pada anus.

Tips: Jika merasa kepedasan setelah makan cabai, bisa diikurangi dengan minum yogurt segera. Atau bisa minum air yang hangat-hangat kuku. Air hangat memang seketika seperti menambahkan rasa pedas, namun akan lebih cepat meredakannya dari pada minum air dingin.

Referensi : CaraKhasiatManfaat
Pesawat tempur TNI AU
Hari ini, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) merayakan hari jadinya yang ke-69 tahun. Pasukan udara dengan semboyan Swa Bhuwana Paksa ini menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 TNI AU Tahun 2015 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Setelah melalui beberapa masa kelam, krisis moneter hingga embargo militer yang dilancarkan AS sempat melemahkan kekuatan udara yang dimiliki Indonesia. Setelah perekonomian mulai membaik, Indonesia lantas menjajaki sejumlah pembelian alutsista baru.

Penjajakan pertama dilakukan akhir April 2003 saat Presiden Megawati Soekarnoputri menandatangani MoU dengan Rusia untuk pembelian empat jet tempur Sukhoi jenis Su-27. Pembelian dilakukan dengan sistem barter, di mana Indonesia membayar dengan produk-produk pertanian dan unggulan.

Berikut 4 jet tempur yang jadi andalan TNI AU saat ini :

1. F-16 Fighting Falcon


TNI AU memiliki 12 unit jet tempur F-16 Fighting Falcon Block 15 A/B OCU. Jumlah ini bertambah dengan datangnya dua dari 12 pesawat F-16 varian C/D 52ID ke pangkuan ibu pertiwi. Secara kasat mata, fisik dan berat kotor maksimum hingga mesin kedua varian pesawat ini tidak jauh berbeda.

Perbedaan itu nampak ketika kedua pesawat ini beradu kecepatan, di mana F-16 C/D Blok 52 memiliki daya dorong yang lebih besar, mampu senjata lebih berat dan terbang lebih jauh. Namun dalam close combat atau pertempuran udara jarak pendek maka pesawat F-16 Block 15 A/B OCU memiliki kelincahan yang lebih baik dari F-16 Blok 52.

Untuk urusan pertempuran udara dengan rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder P-4/L/M dan IRIS-T (NATO) serta rudal jarak sedang AIM-120 AMRAAM-C jelas pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU tidak kalah dengan pesawat F-16 C/D Block 50/52. Sedangkan serangan darat dan perairan, F-16 ID mampu menggotong persenjataan kanon 20 mm, bomb standar MK 81/82/83/84, Laser Guided Bomb, JDAM (GPS Bomb), rudal AGM-65 Maverick, rudal AGM-84 Harpoon (anti kapal), rudal AGM-88 HARM (anti radar).

Pesawat ini juga mampu menggunakan navigation dan targeting pod untuk operasi malam hari serta misi Supression Of Enemy Air Defence (SEAD) menghancurkan pertahanan udara musuh. Improved Data Modem memungkinkan penerbang melakukan komunikasi tanpa suara hanya menggunakan komunikasi data dengan pesawat lain dan radar darat, radar laut atau radar terbang.

TNI AU mengklaim upgrade Pesawat F-16 C/D 52ID tidak main-main karena mengejar kemampuan setara dengan Block 52. Semua pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU juga menjalani modifikasi struktur rangka pesawat dengan program Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) sehingga umur rangka pesawat menjadi lebih dari 10.000 jam.

Hal ini memungkinkan pesawat dipakai selama 10 tahun lagi sebelum menjalani Dervice Life Extension Program (SLEP) yang mampu menambah umur rangka pesawat sekitar 2000 jam atau 10 tahun masa pakai.

2. Sukhoi Su-27 SK/SKM


Selain F-16, TNI AU diperkuat 2 unit Su-27 SK dan 3 unit Su-27 SKM. Su-27 SK merupakan varian yang dibuat ketika Uni Soviet masih berdiri. Pesawat berkursi satu ini memiliki peningkatan mesin berupa AL-31F turbofans yang terpasang di kedua sisinya. Dengan demikian, jet ini mampu melesat dengan kecepatan maksimal 2.500 km per jam.

Sementara, Su-27 SKM merupakan varian teranyar yang merupakan perbaikan dari Su-27 SK, dengan beberapa peningkatan di dalam kokpit, serta self-defense electronic countermeasures (ECM) dan bisa melakukan pengisian ulang di udara.

Dibanding pendahulunya, Su-27 SKM tidak lagi hanya berkemampuan air to air, tetapi juga air to ground. Sejumlah panel kuno di dalam kokpit juga digantikan dengan avionik layar kaca berupa tiga MLD (Multifunction Liquid-crystal Displays) serta HUD (Head-Up Displays).

Sistem navigasi mengalami peningkatan dan diintegrasi dengan sistem satelit GLONASS dan NAVSTAR. Varian ini juga menggunakan Sistem Peringatan Radar untuk memandu rudal antiradiasi KH31P.

Peningkatan IRST (Infrared Search and Track Devise) dengan penjejak laser untuk melepaskan rudal laser-beam riding juga dilakukan. Su-27 SKM ini dapat membawa rudal air to air RVV-AE active radar homing, rudal air to ground Kh-29T(TE), Kh-29L, Kh-31P, Kh-31A, serta bom berpemandu KAB-500Kr dan KAB-1500Kr.

3. Sukhoi Su-30MK/MK2


Sukhoi Su-30 merupakan pesawat tempur yang dikembangkan oleh Rusia sejak 1996. Sejumlah pengamat penerbangan menyebut pesawat ini bisa dibandingkan dengan F/A-18E/F Super Hornet and F-15E Strike Eagle buatan Amerika Serikat.

Secara fisik, pesawat ini merupakan pengembangan dari Su-27UB di antaranya seri Su-30K dan Su-30MK. Konsep awal pembuatan pesawat ini tak lepas dari upaya Uni Soviet untuk menyaingi F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet.

Saat ini, TNI AU telah memiliki dua unit Su-30MK dan sembilan unit Su-30MK2. Su-30MK2 memiliki peran multifungsi dan dirancang untuk mendapatkan keunggulan udara, termasuk dalam pertempuran jarak menengah dan dogfights, dan menghancurkan target dengan semua jenis senjata.

Untuk sistem senjata, dua varian ini dilengkapi built-in GSH-301 30-mm automatic single-barrel dengan beban amunisi dari 150 putaran. Termasuk membawa 12 jenis persenjataan yang terdiri dari rudal, roket dan bom yang dipasang secara eksternal di bawah sayap dan bodi pesawat.

Pesawat ini bisa memuat rudal jarak menengah, rudal permukaan, bom udara, hingga bom nuklir.

4. KAI T-50 Golden Eagle


KAI-50 Golden Eagle sebelumnya dipakai sebagai pesawat latih supersonik canggih, kini ditingkatkan menjadi jet tempur multiperan. Di Indonesia, pesawat ini diberi nama resmi T-50i, di mana fungsinya adalah untuk pesawat latih tempur. TNI AU saat ini memiliki 16 unit KAI T-50.

Di sisi persenjataan, pesawat ini bisa dilengkapi kanon 20 mm General Electric M61 Vulcan dengan 205 peluru. Kemudian rudal udara ke udara pencari panas AIM-9 Sidewinder yang dipasangkan pada setiap rel di ujung sayap, serta rudal-rudal yang lain bisa dipasang di bawah sayap.

Sumber : Merdeka
Amerika Serikat dikenal punya beberapa pasukan khusus antiteror yang cukup dikenal dunia. Di antaranya Navy Seals dan Delta Force. Namun pasukan Kopassus TNI AD tak mau meniru gaya pasukan khusus AS.

Di akhir tahun 70an, pembajakan pesawat dan aksi terorisme marak di berbagai belahan dunia. TNI merasa perlu ada satuan khusus yang memiliki kemampuan antiteror dan pembebasan sandera. Satuan yang dipilih adalah Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopasandha). Alasannya, pasukan baret merah ini sudah memiliki kemampuan khusus dan kenyang dengan pengalaman operasi tempur.

Saat itu Letjen Benny Moerdani menjabat Asisten Intelijen Hankam sekaligus Kepala Pusat Intelijen Strategis. Dia memerintahkan Letkol Sintong Panjaitan mencari formula paling tepat untuk membangun pasukan antiteror Indonesia.

Namun Benny berpesan satu hal, jangan berlatih di Amerika Serikat. Alasannya, AS terlalu mengandalkan kecanggihan alat dan keunggulan teknologi.

"Hal ini dapat menyebabkan personelnya menjadi manja," kata Sintong.

Maka Sintong melakukan pengamatan ke sejumlah negara yang sudah memiliki pasukan antiteror. Dia mengikuti pasukan Special Air Service (SAS) di Inggris. Pasukan ini memang sudah jadi legenda pasukan elite. Sintong mempelajari cara-cara penanggulangan pembajakan pesawat udara.

Selain itu dia juga belajar pada Korps Commando Troepen kerajaan Belanda. Lalu pasukan khusus angkatan laut Prancis.

Tak ketinggalan dia juga belajar pada GSG-9 atau Grenzchutzsgruppe 9. Pasukan antiteror Jerman Barat itu namanya harum berkat keberhasilan membebaskan sandera di Mogadishu, Somalia.

Sementara di Asia, Sintong memilih pasukan khusus Korea Selatan. Kelebihannya, pasukan ini selalu melakukan latihan bela diri selama empat jam setiap hari jika tak sedang melakukan operasi.

Namun Sintong mengaku tak begitu terkesan dengan apa yang ditampilkan oleh pasukan elite setiap negara. Menurutnya, setiap misi pembebasan sandera rata-rata berada di tempat yang sudah dikuasai penuh. Misi berakhir setelah sandera diselamatkan.

Hal ini berbeda dengan latihan Sandi Yudha yang dilakukan Kopasandha. Pasukan yang kelak bernama Kopassus ini dilatih untuk membebaskan tawanan di tempat yang dikuasai musuh. Jadi setelah membebaskan tawanan, mereka juga harus memikirkan bagaimana cara meloloskan diri.

Maka Sintong meramu bagaimana latihan pasukan antiteror yang cocok untuk Indonesia. Belum rampung segala persiapan, tantangan sudah lebih dulu datang. 28 Maret 1981 pesawat DC-9 Woyla milik Garuda Indonesia dibajak dan diterbangkan ke Bandara Don Muang, Bangkok.

Operasi pembebasan sandera digelar tiga hari kemudian. Semua sandera berhasil diselamatkan hidup-hidup sementara beberapa pembajak ditembak mati. Operasi Woyla jadi sorotan dan membuktikan pasukan antiteror Indonesia yang baru seumur jagung sama hebatnya dengan para senior mereka di dunia.

Dalam penyerbuan ini pilot pesawat Garuda, Kapten Herman Rante dan salah satu anggota satuan Para-Komando Kopassandha, Achmad Kirang, meninggal dalam baku tembak yang berlangsung selama operasi kilat pembebasan pesawat tersebut.

Achmad Kirang meninggal tanggal 1 April dalam perawatan di RS Bhumibhol, Bangkok, begitu pula Captain Herman Rante, meninggal di Bangkok, enam hari setelah operasi penyergapan berlangsung.

Kelak Kopassus menamakan pasukan antiterornya dengan nama Sat-81 Gultor. Angka 81 ini diambil dari tahun terjadinya peristiwa Woyla.

Sumber : Merdeka
April 2015 genap 35 tahun F-5E/F Tiger bertugas di TNI Angkatan Udara. Dalam waktu dekat, pemerin-tah ingin mengganti pesawat tempur yang dibuat di pabrik Northrop Corporation Amerika Serikat itu. Tahun ini, menurut rencana, pemerintah akan memutuskan penggantinya sehingga tahun 2018 pesawat tempur multifungsi pengganti itu sudah datang dan bisa beroperasi.

Sejak tahun lalu, TNI, khususnya TNI AU, memberi sinyal lebih menginginkan Sukhoi Su-35 sebagai pengganti F5. Misalnya disampaikan Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna di sela-sela Rapat Pimpinan TNI AU pada Februari 2015. Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI AU menginginkan generasi pesawat tempur ke-4.5. "Kami inginkan yang punya faktor deterrence, yaitu efek gentar tinggi di kawasan," katanya.

TNI AU sudah mengajukan beberapa nama jenis pesawat kepada Kementerian Pertahanan. Selanjutnya, Kementerian Pertahanan yang akan melakukan kajian, di antaranya dari segi harga untuk satu skuadron yaitu 16 pesawat, efek gentar, spektrum ancaman, strategi pertahanan, dan faktor politik.

Kepala Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Djundan Eko Bintoro mengatakan, Kementerian Pertahanan belum memutuskan dan masih akan terus menimbang-nimbang sejumlah faktor. Namun, ada beberapa jenis pesawat calon pengganti F5 yang mencuat, yaitu F-16 blok 60 dari Lockheed Martin, Gripen E/F dari SAAB, Sukhoi Su-35, dan Typhoon dari Eurofighter.

Setiap pesawat tentu memiliki spesifikasi teknis yang harus dibanding-bandingkan kekuatan dan kelemahannya serta dipertimbangkan kesesuaiannya dengan kebutuhan Indonesia. Sukhoi Su-35, misalnya, biaya pengoperasiannya sangat tinggi, yaitu Rp 400 juta per jam. Aviationweek.com menyebutkan, salah satu versi Gripen JAS 39, yang merupakan pesawat tempur ringan mesin tunggal, biaya operasinya 7.500 dollar AS per jam atau Rp 97,5 juta per jam.

Namun, soal harga, Sukhoi bisa dikatakan paling murah. Menurut media pemerintah Rusia Behind The Headline Indonesia, Sukhoi Su-35 dijual dengan harga 38 juta dollar AS, yang berarti hampir sepertiga dari Typhoon Eurofighter yang sama-sama bermesin ganda. Namun, Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Francisco Jose Viqueira Niel menyatakan masa hidup mesin jet Typhoon mencapai 30 tahun yang berarti juga sekian kali lipat dari mesin Sukhoi.

Transfer teknologi

Salah satu faktor yang juga harus dipertimbangkan adalah terkait Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Kepala Bagian Perencanaan Komite Kebijakan Industri Pertahanan Said Didu mengatakan, setelah pihak pengguna, dalam hal ini TNI AU, menyebutkan spesifikasinya sesuai kebutuhan, baru diselisik kembali menggunakan UU Industri Pertahanan. Salah satu amanat yang harus dipenuhi adalah soal transfer teknologi, penggunaan konten lokal, imbal dagang, dan kompensasi yang nilainya 35 persen dari harga persenjataan yang dibeli.

Said mengatakan, idealnya konten lokal, transfer teknologi, imbal dagang, dan kompensasi terkait produk yang mau dibeli langsung. Untuk pembelian pengganti F5, misalnya, bisa diadakan transfer teknologi untuk program pembuatan pesawat tempur KFX bersama Korea Selatan yang beberapa minggu lalu dinyatakan akan diteruskan. Hal ini menjadi amanat undang-undang yang harus diperjuangkan mengingat, walau secara formal pesawat-pesawat yang akan dibeli itu menyatakan siap transfer teknologi, faktanya tentu tidak semudah itu.

Selama ini, walau belum maksimal, kerja sama teknologi sudah dilakukan dengan Lockheed Martin pembuat F16 dan pabrik pesawat Spanyol, CASA, yang sekarang tergabung dalam Airbus Defence and Space. Namun, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin juga menyatakan, Rusia bersedia melakukan transfer teknologi. SAAB dalam pameran Indo Defence 2014 lalu menyatakan bersedia melakukan produksi bersama dengan PT Dirgantara Indonesia.

Merujuk aspek teknis, hal ini tentu sangat kompleks, apalagi disesuaikan dengan ketersediaan radar Indonesia dan luasnya wilayah Indonesia. Hal itu tentu menjadi tugas TNI AU untuk mengkaji sesuai kebutuhan operasional. Sebagai ilustrasi, lepas dari teknologinya, jangkauan radar saja sangat bervariasi. Gripen JAS 39 dengan PS 05/A bisa mendeteksi pesawat lain pada jarak 120 kilometer, sementara F-16 dengan radar APG-80 dengan antena AESA bisa menjangkau jarak 140 km. E-Captor yang merupakan radar terbaru Typhoon, menurut aircraft.wikia.com, bisa mendeteksi target seluas 1 meter persegi pada jarak 185 km dan pesawat penumpang normal pada jarak 370 km. Sementara Sukhoi Su-35 dengan Irbis-E radar jangkauannya mencapai 400 km.

Negara tetangga

Yang juga harus dipertimbangkan tentu pesawat jet tempur yang dimiliki negara-negara tetangga dan senjata yang melengkapi. Dari daftar yang ada terlihat kekuatan pesawat jet tempur kita masih tertinggal jauh dari segi kuantitas dan kualitas teknologi. Dalam World Defence Almanac 2014, terlihat negara-negara tetangga Indonesia telah dilengkapi dengan pesawat-pesawat generasi ke-5.

Contoh Australia, jajaran pesawat jet tempurnya terdiri dari 33 pesawat Hawk 127, 55 pesawat F-18A, 16 pesawat F-18B, dan 24 pesawat F-18F Super Hornet. Tahun 2018, pesawat tempur F-35 yang dipesan Australia diharapkan sudah datang. Malaysia saat ini memiliki 10 pesawat MiG 29N/MiG 29NUB, 6 pesawat F-5E, 2 pesawat F-5F, 2 pesawat RF-5E, 8 pesawat F-18D, 14 pesawat Hawk 208, dan 18 pesawat Sukhoi 30MK.

Singapura, berdasarkan informasi dari berbagai sumber, diperkirakan memiliki 37 F-5 Tiger II, 24 pesawat F-15SG, dan 62 pesawat F-16 C/D blok 52 yang 14 di antaranya sedang dipakai latihan di AS. Tahun 2014, Singapura menambah F-15 SG menjadi 40 pesawat dan Februari 2015, Singapura menyatakan kemungkinan besar akan membeli pesawat F-35. Sementara Indonesia saat ini memiliki pesawat jet tempur yang terdiri dari 12 pesawat F-16 A/B blok 15, 5 pesawat F-16 C/D blok 25 yang di-upgrade menjadi 52, 16 pesawat Sukhoi Su-27/30 MKI, dan 9 pesawat F-5 E/F Tiger.

Terkait dengan kedaulatan udara, tentu bangsa Indonesia mengharapkan memiliki angkatan udara yang kuat dengan jet-jet tempur yang mumpuni. Namun, dalam perjalanan bangsa ini, pembelian alat utama sistem persenjataan dipersepsikan sarat dengan korupsi dan kepentingan elite tertentu. Semoga dugaan ini salah.[kenyot10/Kompas]
Ilustrasi
Mungkin sering kali kita mengartikan sniper adalah penembak jitu, begitupun sebaliknya, padahal keduanya sebenarnya berbeda, baik dalam tugas maupun secara perlengkapan.

Beberapa doktrin membedakan antara penembak runduk (sniper) dengan penembak jitu (marksman, sharpshooter, atau designated marksman). Sniper terlatih sebagai ahli stealth dan kamuflase, sedangkan penembak jitu tidak. Sniper merupakan bagian terpisah dari regu infanteri, yang juga berfungsi sebagai pengintai dan memberikan informasi lapangan yang sangat berharga, sniper juga memiliki efek psikologis terhadap musuh. Sedangkan penembak jitu tidak memakai kamuflase, dan perannya adalah untuk memperpanjang jarak jangkauan pada tingkat regu.

Penembak jitu umumnya memiliki jangkauan sampai 800 meter, sedangkan sniper bisa sampai 1500 meter atau lebih. Ini dikarenakan sniper pada umumnya menggunakan senapan runduk bolt-action khusus, sedangkan penembak jitu menggunakan senapan semi-otomatis, yang biasanya berupa senapan tempur atau senapan serbu yang dimodifikasi dan ditambah teleskop.

Sniper telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menguasai teknik bersembunyi, pemakaian kamuflase, keahlian pengintaian dan pengamatan, serta kemampuan infiltrasi garis depan. Ini membuat sniper memiliki peran strategis yang tidak dimiliki penembak jitu. Penembak jitu dipasang pada tingkat regu, sedangkan sniper pada tingkat batalyon dan tingkat kompi.

Sniper, atau penembak runduk, adalah seorang prajurit infanteri yang secara khusus terlatih untuk mempunyai kemampuan membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan.

Istilah ini muncul pada tahun 1770-an, pada prajurit-prajurit Kolonial Inggris di India, dari kata snipe, yaitu sejenis burung yang sangat sulit untuk didekati dan ditembak. Mereka-mereka yang mahir memburu burung ini diberi julukan "sniper".

Doktrin militer tentang sniper dalam posisinya pada unit militer, lokasi menembak, dan taktik berbeda pada setiap negara. Namun secara umum, tujuan sniper dalam peperangan adalah mengurangi kemampuan tempur musuh dengan cara membunuh sasaran yang bernilai tinggi, seperti perwira, komandan lapangan, pembawa senapan mesin ataupun pembawa alat telekomunikasi.

Bidikan teleskopik harus mendapatkan perhatian khusus, karena lensa dari alat bidik harus terbuka, tapi dalam keadaan terbuka akan dapat memantulkan cahaya matahari, dan ini bisa membeberkan posisi sniper. Solusi yang biasa digunakan adalah mencari tempat bersembunyi yang tidak terkena cahaya matahari langsung, atau dengan menutupi lensa dengan sesuatu yang tidak memantulkan cahaya, seperti sebuah kain tipis.

Sniper menggunakan kamuflase dan membatasi gerakan mereka, agar tidak bisa dideteksi. Sniper modern juga harus memperhatikan kamuflase mereka jika dilihat dengan cahaya infra-merah, karena militer modern sudah menggunakan penglihatan suhu (thermal vision), menggantikan night vision, yang hanya meningkatkan intensitas cahaya. Bahan pakaian dan peralatan bisa muncul bila dilihat dengan alat thermal vision. Maka sniper juga bisa memakai bahan lain seperti plastik, atau bahan khusus seperti selimut thermal, atau bahan lain yang tidak terdeteksi oleh thermal vision.

Di kepolisian biasanya menurunkan sniper dalam penanganan skenario penyanderaan. Mereka dilatih untuk menembak sebagai pilihan terakhir, hanya jika nyawa sandera terancam langsung. Sniper polisi biasanya beroperasi dalam jarak yang lebih dekat dari pada sniper militer. Biasanya di bawah 100 meter dan bahkan kadang kadang kurang dari 50 meter. Karena inilah sniper polisi lebih tepat disebut sebagai penembak jitu. Sniper polisi lebih terlatih menembak untuk melumpuhkan daripada membunuh, dikarenakan peran polisi sebagai pengayom masyarakat.

Senapan Runduk SPR 2 PT.Pindad
Peran seorang sniper (penembak runduk) sudah dipakai dalam perang sejak abad ke-18, tapi senapan runduk termasuk penemuan yang lumayan baru. Perkembangan teknologi, khususnya pada bidikan teleskop dan perakitan modern, membuat satuan-satuan militer bisa mempersenjatai prajurit-prajurit yang dilatih khusus dengan senjata yang bisa menembak dengan akurat pada jarak yang jauh lebih besar daripada senjata infanteri biasa.

Misi sniper adalah pengintaian dan pengamatan, anti-sniper, membunuh komandan musuh, memilih target sendiri secara oportunis, dan bahkan tugas anti material (penghancuran peralatan militer), untuk melakukan tugas ini, tim sniper memerlukan senapan berkaliber besar seperti BMG 0.50.

Selain senjatanya yang khusus, pada masa sekarang ini telescope untuk bidikan juga dipercanggih dengan infra merah dan night vision bahkan ada yang menggunakan thermal vision (pendeteksi panas tubuh), sehingga mereka bisa beroperasi siang malam dan dalam keadaan tanpa cahaya sama sekali.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, khusunya untuk binocular yang digunakan oleh spotter, dibuat versi digital, di mana seorang spotter dapat memberitahuan jarak sasaran, kecepatan angin, arah angin dan suhu, di mana data-data tersebut mempengaruhi jalur peluru, sehingga penembak dapat menyesuaikan dengan memutar stelan pada bagian atas teleskopnya untuk akurasi tembakannya.

Kriteria senapan yang digunakan oleh sniper (penembak runduk) :

  • Telescopic
  • Kaliber besar
  • Peredam kilatan cahaya/api (pada saat menembak, tidak ada percikan api yang keluar dari laras senapan)
  • Sistem senjata Bolt Action
  • Kapasitas magazine paling banyak 10 peluru
  • Jarak tembak efektif 1000 s.d 2000 meter

Penembak jitu adalah istilah yang dipakai pada bidang militer. Seorang penembak jitu terlatih untuk menembak secara tepat dan akurat dengan menggunakan senapan tipe tertentu. Beberapa doktrin militer memakai penembak jitu yang tergabung dalam infanteri tingkat regu.

Salah satu awal munculnya penembak jitu adalah dalam Revolusi Amerika. Kompi senapan Amerika, yang dipersenjatai Pennsylvania/Kentucky Long Rifle, menjadi prajurit dalam Tentara Kontinental. Karena keakuratan prajurit-prajurit ini, banyak perwira Inggris yang harus mencopot lambang perwira mereka, agar tidak dijadikan target.

Pemakaian awal penembak jitu lainnya adalah pada Angkatan Darat Inggris di era Napoleon. Ketika itu, tentara lain lebih banyak menggunakan musket yang tidak akurat, tapi Green Jackets Inggris menggunakan senapan Baker yang terkenal. Dengan alur khusus di dalam larasnya, senapan ini jauh lebih akurat, walau pengisiannya lebih lama. Para pemakai senapan ini termasuk tentara elit Inggris, dan menjadi garis depan yang diandalkan pada banyak pertempuran.

Penembak jitu juga dipakai pada Perang Saudara Amerika. Penembak jitu ini digunakan oleh kedua pihak yang berperang. Prajurit elit ini terlatih dan dipersenjatai dengan baik, dan juga ditempatkan di garis depan sebagai yang pertama melawan musuh.

Karena penembak jitu modern tingkat regu (designated marksman) mengisi jeda antara infanteri biasa dengan penembak runduk, senapan penembak jitu juga dirancang sebagai penengah. Senapan penembak jitu harus memiliki jangkauan yang lebih jauh dari senapan serbu (sekitar 500 meter), tapi tidak perlu sampai jangkauan tingkat senapan runduk (lebih dari 1000 meter).

Kriteria senapan yang digunakan oleh penembak jitu (marksman) :

  • Bidikan Telescopic (karakter dari senapan runduk)
  • Kaliber lebih besar (karakter dari senapan runduk)
  • Kemampuan menembak semi otomatis (karakter dari senapan serbu)
  • Memiliki kapasitas magazine yang cukup besar (10 s.d 30 peluru) (karakter dari senapan serbu)
Sumber : Wikipedia dan beberapa sumber lainnya
Pesawat Nakajima Ki-43-II Hayabusha
Pesawat keempat dalam serangan udara pertama tanggal 29 juli 1947 adalah Pesawat Nakajima Ki-43-II Hayabusha. Nakajima adalah nama pabrik yang membuat pesawat ini (Nakajima Hikoki KK), Hayabusha dalam bahasa Jepang mengandung arti “Elang”. Sementara orang Amerika Serikat menyebut pesawat tersebut dengan sebutan “Oscar”. Kalau di Indonesia Pesawat tersebut sering disebut dengan Hayabusha.

Pesawat Nakajima Ki-43-II Hayabusha, saat tinggal landas di landasan pacu Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta

Pesawat tersebut terbang pertama kali pada awal Januari 1939, hasilnya sangat mengecewakan, hal tersebut karena test flight oleh Pilot Jepang merasa bahwa pesawat Ki-43 kurang lincah dalam manuver dan tidak lebih cepat dibanding pesawat sejenis sebelumnya (Ki-27). Kemudian oleh perusahaan dalam mengatasi masalah tersebut, Nakajima melewati serangkaian modifikasi prototipe 1939 dan 1940. Perubahan-perubahan meliputi penurunan berat utama, sehingga pesawat menjadi lebih ramping dengan permukaan ekor bergerak lebih jauh memanjang dan menggunakan kanopi baru.

Secara spesifik data Pesawat Nakajima Ki-43-II Hayabusha sebagai berikut :

✈ Buatan Tahun : 1940
✈ Jenis : Pesawat Pembom
✈ Pabrik : Nakajima Hikoki KK
✈ Motor : 1.150 hp Army tipe 1 (14 cl)
✈ Panjang sayap : 35,7 ft (10,84 m)
✈ Panjang pesawat : 29,3 ft (8,92 m)
✈ Tinggi pesawat : 10,9 ft (3,27 m)
✈ Berat Kosong : 4.211 lb (1.910 kg)
✈ Berat maksimum : 6.449 lb (2.925 kg)
✈ Kecepatan Maksimum : 329 ml/h (530 km/jam)
✈ Kecepatan Jelajah : 273 ml/h (440 km/jam)
✈ Jarak Jelajah : 1.094 ml (1.760 km)
✈ Tinggi terbang : 36.750 ft (11.200 m)
✈ Persenjataan : 2 Senjata mesin 12,7 mm, bom 551 lb (250 kg)
✈ Akomodasi : 1 crew
✈ Kekuatan : 1.140 daya kuda.

Menurut M. Yacub teknisi yang pernah memperbaiki pesawat tersebut, body pesawat berwarna hijau lumut, bagian perut (bawah) berwarna putih abu-abu seperti awan, dimana pertemuan dua warna tersebut samar-samar atau tidak tegas. Propeller berwarna alumunium dengan ujung berwarna hitam. Lambang merah putih terdapat di sayap bagian atas. Untuk identifikasi penerbangan pesawat tersebut diberi kode S-42.

Sebuah Pesawat Ki-43 Hayabusa sedang diperbaiki oleh para teknisi-teknisi Republik Indonesia

Pesawat Nakajima Ki-43-II Hayabusha dipersenjatai dua senapan mesin 7,7 mm yang dipasang dibagian atas kap mesin agar memudahkan pembidikan. Pelurunya bisa mencecar sampai 1300 butir permenit itu melesat lewat celah-celah putaran baling-baling.

Semula Pesawat Hayabusa akan diterbang oleh Kadet Bambang Saptoadji untuk mengawal Kadet Penerbang Mulyono, untuk mengawal Pesawat Guntei ke Semarang yang dipiloti oleh Kadet Penerbang Mulyono, yang diikuti dua pesawat Cureng yang di piloti oleh Kadet Penerbang Sutardjo Sigit dan Suharnoko Harbani, namun sampai tengah malam memasuki hari “H” tanggal 29 Juli 1947, Pesawat Hayabusa belum juga dapat disiapkan. Pesawat tersebut ada masalah pada mesin dan persenjataannya, meskipun para teknisi pesawat semalam suntuk telah bekerja keras untuk menyelesaikan agar pesawat bisa dinyatakan dalam kondisi siap operasional.

Melihat kenyataan tersebut bahwa kesiapan Pesawat Hayabusa belum dapat diselesaikan, maka pimpinan operasional pelaksanaan operasi Komodor Muda Udara (KMU) Halim Perdanakusuma memutuskan bahwa serangan udara atas kota Semarang hanya dilakukan oleh Pesawat Guntei saja tanpa di kawal oleh Pesawat Pemburu Hayabusa. Keputusan tersebut merupakan suatu pilihan yang berat, namun harus segera diambil, karena rencana operasi yang telah diperhitungkan dengan matang harus tetap dilaksanakan walaupun ada tantangan dan hambatan yang dihadapi.

Mendengar keputusan tersebut Kadet Penerbang Bambang Saptoadji sangat kecewa karena tidak bisa ikut berpartisipasi dalam operasi udara yang akan dilaksanakan, ia mendekati ketiga rekannya agar bisa menggantikan untuk melaksanakan operasi tersebut. Akan tetapi dari ketiga rekannya tidak ada satu pun yang bersedia digantikan. Inilah sikap ksatria dan bentuk pengabdian kepada Negara dan Bangsa yang diwariskan oleh para kadet penerbang, dimana peristiwa itu mampu mengangkat keberadaan Angkatan Udara kita yang kemudian menjadi kekuatan yang diperhitungkan oleh pemerintah Belanda pada waktu itu.

Sumber : TNI AU
Facebook Follow me on Twitter! Follow me on Google+! Subscribe on Youtube! Subscribe to RSS Feed