KRI Tombak 629. KCR-60 TNI AL, Produk PT PAL (Photo : BUMN)
Tahun 2014 boleh dikatakan sebagai tahun panen alutsista bagi Indonesia, dalam hal ini TNI, betapa tidak, berbagai alutsista banyak berdatangan untuk memperkuat pertahanan Indonesia, di matra darat, sudah mulai berdatangan tank Leopard dan tank IFV marder dari Jerman, di matra udara ada senjata pertahanan udara Skyshield 35 mm MK-2 yang dibeli dari Swiss, lalu di matra laut, 3 Kapal perang dari Inggris juga telah tiba di Indonesia.

Masih ada beberapa alutsista yang juga telah memperkuat pertahanan Indonesia, baik di angkatan darat, laut, maupun udara, dan itu belum termasuk rencana/kerjasama pengadaan alutsista untuk waktu yang akan datang, seperti kerja sama dengan korea selatan untuk membuat kapal selam dan pesawat tempur atau kerja sama dengan Belanda untuk membuat kapal perang. Penambahan ataupun peningkatan alutsista ini tentu berkaitan dengan program MEF (Minimium Essential Force).

Dari berbagai alutsista yang telah memperkuat TNI di tahun 2014, beberapa diantaranya merupakan produk dalam negeri, salah satunya adalah Kapal Cepat Rudal 60 (KCR 60) produk PT PAL yang kini telah memperkuat TNI AL. Saat ini ada 3 KCR yang telah memperkuat armada laut TNI AL, diantaranya adalah KRI Sampari 628, KRI Tombak 629 dan KRI Halasan 630. Ketiganya telah diserahterimakan kepada TNI AL pada bulan Mei (KRI Sampari), bulan Agustus (KRI Tombak) dan bulan September (KRI Halasan)

KRI Terapang 648 berlayar di Perairan Batuampar, Batam, Jumat (26/9). KRI Terapang adalah kapal perang sepanjang 45 meter buatan Indonesia dan akan segera di resmikan penggunaannya oleh TNI AL bersama 4 unit KRI lain masing-masing KRI Sidat 851, KRI Surit 645, KRI Siwar 646 dan KRI Parang 647. (JIBI/Solopos/Antara/Joko Sulistyo)
3 KCR 40 baru
KRI Terapang 648
KRI Teluk Bintuni 520
Selain itu ada 5 kapal perang lainnya dari jenis KCR 40 dan kapal patroli, kelima kapal itu adalah KRI Terapang 648 dan KRI Sidat 851 yang diproduksi oleh PT Citra Shipyard. Lalu KRI Parang 647, KRI Siwar 646 dan KRI Surik 645 yang diproduksi PT Palindo Marine dan juga KRI Teluk Bintuni 520, kapal angkut tank produksi PT Daya Radar Utama yang semuanya telah diresmikan pada hari ini (27 September 2014).

Semoga pertahanan Indonesia kedepan menjadi semakin kuat dengan produk-produk militer buatan dalam negeri sendiri!

Terima kasih telah mengunjungi dan membaca informasi : Kapal Perang Baru Made In Indonesia!

Ricky-Site

Reaksi:
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang Baik dan Bijaksana

Facebook Follow me on Twitter! Follow me on Google+! Subscribe on Youtube! Subscribe to RSS Feed