Perkembangan kekuatan udara (Air Power) di Indonesia merupakan karakteristik peran kekuatan udara serta kemampuan yang mutlak diperlukan dalam upaya memenangkan pertempuran udara, atau paling tidak memberikan efek daya tangkal (Deterent Power) dalam menjaga NKRI.

Suatu kebanggaan bagi TNI Angkatan Udara/TNI sebagai pengguna pertama senjata pertahanan udara Skyshield 35 mm MK-2 selain negara pembuatnya Swizeland, senjata ini dibuat tahun 2014 oleh pabrikan senjata Swiss Oerlikon Contraves Rheinmetall (anak perusahaan Rheinmetall Jerman).

Skyshield 35 MK-2 (Skyshield Gun Missile) untuk memenuhi kebutuhan Paskhasau melengkapi satuan jajaran sebagai senjata pertahanan udara yang akan dioperasikan oleh Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas.

Senjata pertahanan udara Skyshield 35 MK-2 (Skyshiel Gun Missile) merupakan senjata pertahanan udara yang sangat takuti lawan.

Sistem pertahanan udara Oerlikon Skyshied (AIU, Militaryphotos)
Skyshield Gun Missile merupakan sistem pertahanan udara titik (Short Range Air Defence/ SHORAD) mempunyai jangkauan peluru sejauh 4000 m dengan kecepatan 1000 peluru/menit, dan jarak kecepatan amunisi rata-rata 1050 meter/detik, sedangkan maksimal magazen sebanyak 252 butir.

Sky Gun Misille memiliki amunisi AHEAD (Advanced Hit Efficiency and Destruction) kaliber 35 mm yang dapat menyembur menjadi 202 butir dan membentuk semacam perisai (Metal Spin-stabilised Projectiles) setelah 4 detik ditembakan, sehingga kemungkinan target lolos dari sasaran peluru hanya 10%.

Oerlikon Skyshield TNI AU keluar dari Pesawat (Photo : TNI AU)
Satu Firing Unit (FU) Skyshield Gun Misille terdiri dari dua unit meriam revolver kaliber 35 mm (1,38 inci), satu sistem sensor pengendali/radar dan pos komando secara terpisah, juga dilengkapi dengan dua rudal darat ke udara jenis Chiron buatan Korea Selatan yang sudah terintegrasi dengan Skyshield Gun Sistem sehingga membuat jangkauan radar lebih luas dan efektif, sehingga sekaligus mengembangkan pertahanan titik menjadi pertahanan wilayah/area.
Sistem Pertahanan Udara Oerlikon Skyshied dan Radar
Skyshield Gun Missile dapat ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan dengan sistem mobile dengan menggunakan empat truk yang sudah dilengkapi dengan derek, masing-masing truk memuat satu pos command, dua meriam revolver 35 mm dan satu sistem sensor kendali/radar, sedangkan Chiron dapat ditempatkan hingga sejauh 5 km dari Command Post.

Saat ini Skyshield Gun Missile ditempatkan di Denhanud 471 Paskhas Halim Perdanakusuma, Denhanud Paskhas Lanud Supadio Pontianak, dan Denhanud Paskhas Lanud Sultan Hasanuddin masing-masin satu Baterai yaitu dua Firing Unit.

Sedangkan personel yang mengawakinya sudah mendapat pelatihan sebanyak 20 personel terdirin dari 12 personel Paskhas, empat personel Depo 60 Senamo Lanud Iswahjudi dan Depohar 50 Lanud Adi Sumarmo, Solo.

Sumber : TNI AU

Terima kasih telah mengunjungi dan membaca informasi : Sekilas Tentang Skyshield 35 Mk-2, Tameng Denhannud Paskhas!

Ricky-Site

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang Baik dan Bijaksana

Facebook Follow me on Twitter! Follow me on Google+! Subscribe on Youtube! Subscribe to RSS Feed