Medali bintang gerilya merupakan salah satu tanda kehormatan yang diberikan negara kepada warganya. Memang bukan gelar tertinggi yang pernah dianugerahkan, namun merupakan tanda kehormatan tertua dan tak semua orang berhak memilikinya.

Bintang gerilya diberikan kepada warga negara RI yang ikut ambil bagian dalam perjuangan mempertahankan republik sejak tahun 1945-1949. Dalam periode teraebut, Indonesia yang baru mencicipi kemerdekaan diguncang Agresi Militer Belanda I (20 Juni 1947 - 22 Februari 1948) dan Agresi Militer Belanda II (18 Desember 1948 - 27 Desember 1949). Perjuangan pada rentang waktu tersebut sangat vital bagi kedaulatan negara. Sebab dua agresi yang dilancarkan oleh Belanda dan Sekutu ini merupakan upaya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negeri jajahan.

Bintang gerilya pertama kali diberikan pada tahun 1949 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8/1949. Idealnya, semua veteran pejuang 1945-1949 yang memenuhi syarat akan mendapatkan tanda kehormatan tersebut. Namun pada kenyataannya, tak sedikit mantan pejuang yang tidak memiliki bintang gerilya, adapun beberapa veteran yang baru menerima bintang gerilya setelah 68 tahun.

Tentunya mereka tidak mengharapkan penghargaan atas perjuangan fisik yang dilakukan secara sukarela. Bahkan meskipun pemberian bintang gerilya disertai tunjangan pensiun dan hak untuk dimakamkan di taman makam pahlawan.

Namun sudah sewajarnya jika jasa mereka diingat dan dihargai dengan pantas. Setidaknya agar masa tua mereka tidak menjadi salah satu kisah ironis yang sering kita baca di media.

Bintang Gerilya berbentuk sebagai berikut:

Bintang Gerilya (Wikipedia)

Sebuah bintang bersudut lima dibuat dari baja dengan garis tengah 42 milimeter dan tengah-tengah di dalam lingkaran dengan garis tengah 20 milimeter dilukiskan tulisan ”PAHLAWAN GERILYA” dengan dilingkari rangkaian padi.

Bintang disertai Patra yang bentuk dan kombinasinya sama dengan bintangnya, berukuran garis tengah 60 mm.

Pita Bintang berupa Pita Kalung yang berukuran lebar 35 mm dan berwarna dasar merah dengan 3 lajur berwarna putih lebar 3.5 mm yang membagi dalam bagian-bagian yang sama.

Merdeka
Penjelajah "Ordzhonikidze" di Samudera Hindia. Sumber:Ria Novosti

Hubungan Uni Soviet dan Indonesia pasca-Perang Dunia II mulai berkembang dengan pesat sejak keduanya menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1950. Pada saat itu, Uni Soviet membutuhkan sekutu, sedangkan Indonesia membutuhkan dukungan dalam menyingkirkan sisa-sisa Pemerintahan Kolonial Belanda.

Puncak kemesraan antara kedua negara berlangsung pada awal tahun 1960-an, yaitu saat Uni Soviet “membangun” Angkatan Bersenjata Indonesia dari nol. Soviet bahkan mengirimkan angkatan bersenjatanya ke Indonesia. Di antara peralatan militer yang mengeluarkan biaya berkisar satu miliar dolar AS, yang paling menonjol adalah proyek Cruiser 68-bis "Ordzhonikidze" yang dinamakan sebagai KRI Irian 201.

Kapal ini menjadi kapal perang Soviet yang pertama dalam sejarah pascapeperangan yang dialihkan kepada negara asing. Namun, sejarah kapal ini dimulai pada awal perang kemerdekaan Indonesia. Saat itu, ribuan kilometer jauhnya dari Indonesia, para insinyur Soviet ditugaskan membangun armada Indonesia yang lemah pascaperang. Proyek 68-bis memiliki banyak hal unik. Untuk pertama kalinya, insinyur Soviet menggunakan teknologi pengelasan pada lambung kapal dan pengelasan satuan badan kapal yang berbobot 100–150 ton.

Pada akhirnya, terciptalah dengan sukses serangkaian kapal perang yang tak serupa dengan armada negara asing lainnya. Berbeda dengan kapal negara lainnya, kapal perang ini mengangkut meriam kaliber kecil, yaitu meriam kaliber 150 mm sebagai pengganti kaliber 203 mm yang diimbangi dengan performa yang baik. Karena menggunakan senjata kaliber kecil, kapal pun menjadi lebih ringan sehingga bisa meningkatkan survivabilitas kapal. Raksasa ini mengangkut 12 meriam utama kaliber 152 mm, 12 meriam kaliber 100 mm, dan 32 meriam kaliber 37 mm. Selain itu, kapal ini mampu mengangkut hasil tambang dan membawa dua set torpedo tabung kaliber 533 mm.

Kapal "Ordzhonikidze" adalah kapal ketiga dalam rangkaian seri dan dinamai untuk menghormati revolusioner dan politikus Soviet Grigory Ordzhonikidze. Kapal Angkatan Laut Soviet tiba pada tahun 1952. Meskipun masa bakti kapal ini cukup singkat (kapal ini menjadi bagian dari Angkatan Laut Uni Soviet selama 10 tahun), kapal ini setidaknya pernah dua kali masuk dalam sejarah Perang Dingin.

Kejadian pertama terjadi pada saat kunjungan Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev di Portsmouth dengan Ordzhonekidze. Saat itu, penyelam strategis Inggris menyelam ke bawah kapal Ordzhonekidze. Tujuan tindakan ini tidak sepenuhnya diketahui, tapi menurut versi lain, mereka ingin memasang bom. Namun hal ini justru berujung pada kematian salah satu pengunjung, yaitu perenang Angkatan Laut Kerajaan Inggris sekaligus intelijen MI6 Lionel Crabb. Jenazahnya tanpa kepala dan tangannya ditemukan 14 bulan setelah kejadian tersebut.

Episode kedua adalah titik balik nasib kapal tersebut dan segala hubungan yang berkaitan antara Uni Soviet dan Indonesia. Namun, hanya sedikit yang kita ketahui mengenai seperti apa sebenarnya peran Soviet dalam membantu perjuangan kemerdekakan Indonesia di dunia.

“Petualangan” kebijakan luar negeri Soviet dimulai dengan kunjungan Nikita Khrushchev ke Indonesia pada bulan Februari 1960. Selama kunjungan tersebut, terjadi penandatanganan perjanjian untuk penyediaan kapal, pesawat, helikopter, tank, dan senjata lainnya. Tidak diragukan lagi, yang paling mahal di antara daftar tersebut adalah kapal penjelajah "Ordzhonikidze".

Kapal ini berangkat ke Indonesia pada bulan April 1962, hanya selang empat bulan sebelum berakhirnya operasi kembalinya Irian Barat ke pangkuan Indonesia, yang pada  saat itu tidak mau dilepaskan oleh Belanda. Dari sini terlihat bahwa peran Uni Soviet dalam momen-momen ini sangat jelas terlihat. Menurut publikasi terakhir yang muncul di media Rusia, pada masa itu Uni Soviet tidak hanya berkomitmen untuk menyediakan pesawat tempur dan peralatan lainnya untuk menyiapkan militer Indonesia. Para perwira dan tentara Soviet terlibat di sebagian pos perang di kapal perang dan kapal selam. Uni Soviet bahkan berhadap dengan sekutu Belanda di NATO, yaitu Inggris dan Amerika dengan pilihan antara kemerdekaan Indonesia atau dimulainya Perang Dunia III. Namun, ternyata mitra Belanda—Inggris dan Amerika—tidak mau memperjuangkan kepentingan Belanda di Indonesia.

Pada akhir masa bakti Ordzhinikidze/Irian menjadi saksi bisu runtuhnya hubungan Soviet dan Indonesia. Setelah upaya kudeta yang dilakukan oleh Gerakan 30 September dan pemerintahan baru mulai berkuasa, Soeharto melarang Partai Komunis dan serikat buruh. Ia melakukan penyensoran dan menindas lawan-lawan politiknya. Simbol persahabatan Soviet dan Indonesia berubah menjadi penjara bagi para pembangkang. Pada tahun 1972 kapal tersebut dilucuti dan penjualan kepada Pemerintah Indonesia pun dibatalkan.

RBTH
Siapa yang tak kenal Nokia? Produsen ponsel asal Espoo, Finlandia ini sempat menjadi produsen favorit banyak kalangan di era '90-an hingga awal tahun 2000.

Sayangnya keputusan Nokia mengadopsi Windows Phone justru membuat perusahaan tidak mampu bertahan di tengah ketatnya bisnis ponsel pintar. Nokia pun harus merelakan divisi mobile miliknya diakuisisi oleh Microsoft.

Meski hingga kini tidak ada lagi ponsel besutan Nokia, tetapi setidaknya ada 5 (lima) kesan utama yang masih melekat kuat pada "ponsel sejuta umat" itu. Berikut ini adalah 5 tipikal ponsel merek Nokia yang sulit tergantikan oleh ponsel pintar merek apapun.

  • Nada Dering
Siapa tak ingat nada dering atau ringtone khas Nokia? Entah itu monophonic, polyphonic, atau format MP3, siapa yang tidak mengenal nada dering khas Nokia. Jika orang mendengar nada dering itu, pasti dalam benaknya berujar, “pasti hp orang itu Nokia!” Kemajuan teknologi nada dering kemudian membuat Nokia memboyong dentingan yang sama hingga ke seri Lumia.

Menariknya, di era ponsel fitur Nokia juga memberikan keleluasaan bagi penggunanya untuk mengarang sendiri nada dering yang mereka inginkan.

  • Casing Warna Warni
Masih ingat Nokia Pisang? Ponsel menyerupai botol minum dengan warna cerah khas anak muda menjadi kunci kesuksesan Nokia.

Sejak saat itu Nokia merilis sejumlah ponsel berwarna "eye-catching" hampir di semua seri besutannya. Bahkan, casing juga menjadi salah satu strategi pemasaran ponsel Nokia yang terbilang terhitung sukses diburu pecintanya.

  • Game Snake
Ingatkah kamu, Bill Clinton, mantan Presiden AS penah jadi bintang iklan TVC Nokia. Saat itu divisualisasikan jika dirinya sedang bermain game “ular-ularan” Snake. Inilah satu ciri khas Nokia yang melegenda, game Snake.

Snake menjadi salah satu game favorit yang hanya bisa dimainkan oleh pengguna ponsel Nokia kala itu. Tak tanggung-tanggung, Nokia sempat mengadakan kompetisi memainkan game Snake di era 90'an.

Meski ponsel Nokia sudah tidak ada, tetapi kini game serupa bisa kembali dimainkan. Pengguna Android dapat bernostalgia melalui game serupa yang terlahir kembali dengan judul game "Snake Rewind".

  • OS Symbian
Jauh sebelum ketenaran Android dan iOS, Nokia sudah lebih dahulu mencicipi kesuksesan berkat OS Symbian dan S40. Selain disematkan dalam ponsel fitur, sistem operasi ini juga diadaptasi dalam ponsel pintar seri Communicator.

Selain Symbian, Nokia juga sempat memperkenalkan ponsel dengan sistem operasi Meego. Sayangnya, OS ini tidak mampu mengembalikan masa kejayaan Nokia.

  • Daya Tahan
Berbeda dengan ponsel pintar yang relatif mudah cacat saat terbentur, tidak demikian dengan ponsel Nokia. Meski memliki keterbatasan teknologi, ponsel fitur Nokia terhitung tahan banting saat ditempa berbagai pengujian ekstrim baterainya pun awet bisa menyala berhari-hari.

Sumber : Liputan6
Jenis senapan serbu di dunia memang beragam, masing-masing negara maju umumnya punya platform pengembangan sendiri sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Tapi harus diakui hanya ada dua poros senjata yang punya nilai fanatisme besar dan membawa pengaruh demikian luas, yakni M16 dan AK (Avtomat Kalshnikova)-47. Keduanya bisa diibaratkan menjadi dua mahzab tersendiri dalam jagad senjata, M16 mewakili nama besar Amerika Serikat, dan AK-47 mewakili superioritas kubu Rusia.

Mengiringi babak demi babak peperangan di seluruh dunia, dan tentunya gengsi AS dan Uni Soviet dalam era Perang Dingin, kedua senjata tak pelak menjadi lambang dominasi kekuatan militer, bahkan membawa pengaruh dalam urusan politik. Sebagai contoh, AK-47 bahkan dijadikan ikon dalam bendera nasional Mozambik. Dilahirkan dari dua kutub yang berbeda, M16 dan AK-47 juga disajikan dengan kalibe peluru yang berbeda, tentunya dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Dua perancang senjata bertemu, Mikhail Kalashnikov, perancang AK-47 (memegang M16) dan Eugene Stoner, perancang M16 (memegang AK-47).
Perseteruan antara M16 dan AK-47 untuk memenangkan predikat terbaik di antara senapan serbu sudah berlangsung cukup lama. Karena tidak ada pemenang definif, maka saluran dokumenter TV di Amerika Discovery Channel, membuat satu program spesial: Battle of The Centuries, M16 vs AK-47. Tujuannya untuk mencari juara sejati dari masing-masing kubu. Versi yang dipakaiu M16 adalah versi Vietnam dan M16-A2 karena memiliki fitur full auto. Sementara AK-47 yang digunakan adalah versi awal buatan Izmash. Penilaian dibagi ke dalam tujuh aspek:

1. Segi ergonomis
Pemakai M16 rata-rata tidak memiliki keluhan mengenai postur M16. Sedangkan AK-47 dinilai terlalu berat dan kaku, popornya terlalu pendek sehingga kurang nyaman di bahu.

2. Akurasi
Kedua diwajibkan menembak semi auto, target alumunium pada jarak 600 yard. Tembakan dilakukan enam kali. Selurun tembakan M16-A2 mengenai target dengan persebaran 13-14 inchi. Sementara dari enam tembakan, AK-47 hanya mampu mengenai satu kali, itu pun dikiri bawah.

3. Tes keandalan
Kedua senjata dimasukkan ke lumpur, air dan pasir. M16 jelas kalah dan macet. Legenda AK terbukti, senapan ini bisa terus ditembakkan tanpa macet.

4. Tes recoil
Pada mode full auto, sesudah tembakan ke 12, tembakan AK-47 sudah mengarah ke atap, sementara M16-A1 baru keluar dari target sesudah 24 tembakan.

5. Tes power
Setiap senjata harus menembak melaluio blok kayu Cinder seberat 35 pon setebal 12 inchi. Tembakan M16-A2 hanya menembus 2/3 blok, sementara AK-47 berhasil menembus kayu, sekaligus memecahkannya menjadi tiga bagian.

6. Tes penetrasi
Papan tripleks berukuran 2×4 inchi disusun berdempetan setebal 9 inchi. Peluru kaliber 5,56 mm dari M16-A2 mampu menembus sedalam 3/5 bagian, sementara AK-47 menembus semua tripleks, sembari memecahkan tiga tripleks menjadi beberapa bagian.

7. Harga
M16 punya price tag lebih tinggi 1,5 kali dari AK-47. M16 baru rata-rata berharga US$750 – US$1.000, sementara AK-47 hanya US$500, bahkan lebih murah untuk kopiannya yang dibuat di Cina.

Dari paparan diatas, jelas AK-47 unggul dalam pertarungan melawan M16. Akan tetapi, bukan otomatis AK-47 buru-buru dibeli banyak angkatan bersenjata. Bagi penganut jarak tembak efektif lebih penting dari segalanya, bisa ikut pakem AS yang menggunakan M16. Terlebih M16 unggul dalam hal kenyamanan dan akurasi. Akan tetapi, bagi yang memilih sisi keandalan, daya tahan, dan daya bunuh, maka pilihannya adalah AK-47.

Bagi Indonesia, yang sejak lama masuk dalam pusaran pengaruh AS dan Uni Soviet, sudah barang tentu sangat akrab dengan identitas M16 dan AK-47. Kedua senjata pernah menjadi senjata standar TNI dalam beberapa dekade. Meski pamor senjata serbu di lingkungan TNI telah beralih ke generasi Pindad SS-1 dan SS-2, namun turunan varian dari M16 dan AK-47 hingga kini masih cukup banyak dipakai di lingkungan satuan elit TNI dan Polri.

Sumber : Indomiliter
Ada beberapa tips ataupun cara untuk bisa memperolah penghasilan dari dunia maya/internet, misalnya melakukan bisnis online atau juga bagi para blogger bisa memasang iklan google adsense, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Nah, selain itu ada juga cara lain untuk mendapatkan penghasilan dari internet dengan cara yang mudah dan sederhana dan bisa dilakukan di waktu luang, salah satunya adalah dengan mengikuti PTC di internet. Apa itu PTC? Bagi yang belum tahu, PTC adalah kepanjangan dari Paid To Click, dimana disini anda akan dibayar dengan hanya mengklik iklan yang telah disediakan oleh penyedia PTC. Ada banyak penyedia PTC di dunia maya, dan salah satu yang tebaik adalah PTC Neobux, Neobux sendiri sudah mulai aktif sejak tahun 2008 dan telah memiliki banyak member.

Dengan mengikuti PTC anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan hanya duduk santai dirumah. Jika anda ingin mendapatkan penghasilan yang lebih besar, maka ada bisa juga berinvestasi atau membeli jenis keanggotaan (membership), tapi kita lewatkan dulu yang itu, karena disini tujuannya adalah kita bisa dapat hasil tanpa modal sedikitpun, meski membutuhkan lebih banyak waktu. Cara lainnya adalah dengan mengajak teman atau siapapun sebanyak-banyaknya untuk daftar melalui link referal milik kita yang nantinya disediakan, dan nantinya kita akan mendapat komisi dari klik iklan yang dilakukan oleh referal kita, tapi ingat ini bukan bisnis MLM.

Dan yang terpenting adalah kita rajin mengkik iklan setiap harinya (klik iklan akan di atur ulang setiap 24 jam) agar bisa memperolah penghasilan. Nantinya penghasilan yang telah kita peroleh, bisa kita ambil atau melakukan penarikan melalui akun Paypal, jika belum punya akunnya, silakan daftar terlebih dahulu di www.paypal.com , selain itu bisa juga melalui Payza dan Netteler.

"Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit"

Tampilan utama Neobux
Jika anda ingin mencobanya, silakan daftar (gratis) melalui link referal milik saya : Neobux
Untuk info selengkapnya bisa dilihat juga di situsnya langsung, karena juga tersedia dalam bahasa Indonesia, jadi bisa lebih memudahkan kita untuk memahaminya.
Facebook Follow me on Twitter! Follow me on Google+! Subscribe on Youtube! Subscribe to RSS Feed