Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Selama ini banyak orang yakin bahwa Bumi itu bulat. Bukan datar seperti piring sebagaimana diyakini anggota The Flat Earth Society –organisasi internasonal yang mendukung gagasan bahwa Bumi itu datar.

Ilmu pengetahuan yang ditulis dalam berbagai buku, dan diajarkan di sekolah-sekolah, menyebut bentuk Bumi menyerupai sferoid pepat, bola yang bentuknya tertekan pipih di sepanjang sumbu dari kutub ke kutub. Sehingga terdapat tonjolan atau menggembung di sekitar khatulistiwa.

Sebelum ekspedisi dan penelitian Christopher Colombus berhasil membuktikan bumi itu bulat, peradaban Babilonia (Irak), India, China, hingga Jepang kuno percaya bila bumi itu datar. Lalu, seandainya bumi memang datar, apa yang terjadi pada umat manusia?

Beberapa kepercayaan manusia kuno mengatakan bila manusia yang terus berlayar ke ujung lautan akan terjatuh dan hilang untuk selamanya. Namun, hal itu ternyata salah. Apabila bumi memang berbentuk datar, manusia justru tidak bisa jatuh dari ujungnya.

Ya, saat bumi berbentuk datar mirip sebuah piring, pusat gravitasi alias gaya tariknya tidak berada di bagian tengahnya, melainkan di sisi luarnya. Sehingga, tempat-tempat itu hampir mustahil untuk ditinggali karena gravitasi akan membuat segala hal menjadi sulit untuk dilakukan, bahkan untuk berjalan.


Saat Anda berusaha untuk berjalan terus menuju tepian bumi, Anda akan merasa berjalan mendaki sebuah bukit. Dan semakin akan mendekati ujung, Anda akan merasa berjalan mendaki sebuah lereng dengan kemiringan 90 derajat atau tegak lurus!


Oleh sebab itu, manusia yang berusaha jatuh dari ujung bumi justru akan terlempar kembali menuju pusat bumi. Kecil kemungkinannya untuk mati, tapi tentu saja akan terasa cukup menyakitkan.

Sebaliknya, gravitasi di bagian tengah bumi akan sangat berkurang. Jika saat ini loncatan maksimal Anda hanya beberapa sentimeter, maka ketika Anda mencoba melompat di bagian tengah bumi datar, kemungkinan besar rasanya akan seperti terbang.

Selain itu, efek gravitasi juga akan mempengaruhi jenis manusia. Manusia yang hidup di bagian tengah bumi akan cenderung normal atau tumbuh tinggi tapi mempunyai kepadatan tulang rendah dan cenderung lemah.

Sebaliknya, manusia yang tinggal di 'tepian' bumi memiliki tinggi badan lebih pendek namun akan menjadi super kuat akibat terbiasa dengan gravitasi bertekanan tinggi.

Akan tetapi, bumi tidak mungkin berbentuk datar. Sebab, pada dasarnya sebuah benda raksasa dengan bentuk piringan dan mempunyai permukaan datar tidak mungkin 'tidak hancur' di alam semesta.

Jika bumi datar, maka tidak lama dia akan hancur akibat gaya gravitasinya sendiri dan runtuhan bumi itu akan bergabung menjadi bola seperti bentuknya sekarang. Oleh sebab itu, di angkasa semua benda yang mempunyai diameter ratusan kilometer berbentuk bulat.

Sumber : Merdeka
Stonehenge
Arkeologis asal Inggris kembali menemukan situs-situs penting di sekitar Stonehenge, situs prasejarah paling terkenal di dunia. Uniknya, mereka tidak menemukan situs-situs yang diprediksi berukuran raksa tersebut di atas tanah, melainkan terkubur di bawah tanah.

Para arkeologis asal Universitas Birmingham menggunakan teknologi radar paling canggih untuk meneliti dan memetakan area seluas 5 mil persegi di sekitar Stonehenge. Aktivitas ini juga tercatat sebagai penelitian geofisika terbesar yang pernah dilakukan, Daily Mail (10/09).

Berdasarkan pemindaian sekitar 3 meter di bawah tanah, arkeologis menemukan 17 bukti keberadaan situs-situs raksasa yang diperkirakan terbuat dari kayu dan batu. Di antara situs-situs tersebut, terdapat satu situs kayu berukuran 30 meter. Situs tersebut diperkirakan menjadi tempat ritual untuk menguliti mayat dan telah digunakan oleh tujuh generasi sebelum akhirnya terkubur.


Fungsi utama Stonehenge sebagai penanda posisi matahari juga dikuatkan oleh penemuan saluran-saluran air prasejarah yang diyakini mewakili gambaran astronomi dan pergerakan matahari. Menariknya, pada jarak 3 mil dari Stonehenge terdapat dinding baru setinggi 3 meter yang mempunyai 60 buah pos.

Arkeologis Universitas Birmingham yakin bila Stonehenge dan situs-situs di sekitarnya merupakan kompleks tempat ritual raksasa yang menarik 'pengunjung' dalam jumlah banyak. Manusia-manusia prasejarah tersebut kemudian mulai membangun kuil-kuil mereka sendiri yang akhirnya hanya tersisa 17 situs terpendam seperti saat ini.

Sumber : Merdeka
Kehadiran si dinosaurus air, Spinosaurus, sebenarnya sudah mulai diketahui sejak puluhan tahun lalu. Namun, akibat Perang Dunia II sisa-sisa dari fosil Spinosaurus dinyatakan musnah untuk selamanya. Sebelum akhirnya arkeologis kembali menemukan kembali fosilnya tahun lalu.

Predator terbesar yang berjalan dan berenang di Bumi adalah persilangan antara Tyrannosaurus rex, buaya dan ikan paus, dan berkumpul dalam satu nama mengerikan Spinosaurus.

Spinosaurus diketahui sebagai salah satu predator purba terbesar dalam sejarah, bahkan dinosaurus air ini lebih besar dari Tyrannosaurus atau T-rex. Bobot dari Spinosaurus diprediksi bisa mencapai 20 ton dengan panjang tubuh hingga 15 meter! Panjang Spinosaurus pun 2,7 meter lebih panjang dari fosil T-rex terbesar yang pernah ditemukan, Daily Mail (11/09).

Fosil baru dari dinosaurus yang terlihat seperti persilangan antara T-rex, buaya, dan paus tersebut berhasil ditemukan pada tahun 2013 lalu di gurun Sahara yang terletak di negara Maroko. Spinosaurus diyakini menjadi pemangsa hiu purba dan ikan raksasa lain di perairan Afrika sekitar 97 juta tahun yang lalu.

Kepala dari dinosaurus ini terlihat seperti kepala buaya raksasa yang dilengkapi dengan puluhan taring dengan berbagai ukuran. Spinosaurus bahkan memiliki tangan dengan tiga cakar runcing yang dipakai untuk mencabik mangsanya. Kulitnya yang diperkirakan mempunyai variasi warna menjadikannya predator air dengan kemampuan kamuflase tinggi.

Spinosaurus vs T-Rex
Sementara salah satu bagian unik lain dari tubuh Spinosaurus adalah sebuah 'layar' besar yang terdapat di tengah punggungnya. Layar tersebut terbentuk dari perpanjangan tulang belakang yang diperkirakan berguna untuk berenang saat seluruh tubuhnya terbenam di bawah air. Ilmuwan juga yakin bila Spinosaurus adalah dinosaurus pertama yang mampu beradaptasi dengan baik di kehidupan air.

Untuk dapat membangun ulang dinosaurus perenang tersebut, ilmuwan menggunakan teknik replikasi tiga dimensi dengan CT scan berdasarkan fosil yang telah ditemukan.

Sumber : Merdeka
Penelitian tentang dinosaurus raksasa memasuki babak baru. Sekumpulan ahli paleontologi yang berasal dari berbagai negara berhasil menemukan beberapa fosil 'titanosaurus' atau jajaran dinosaurus yang diklaim sebagai yang terbesar.

Argentina menjadi tempat penemuan fosil dinosaurus terbesar yang tercatat sampai saat ini, Dreadnoughtus schrani. Salah satu fosil dinosaurus Dreadnoughtus terbesar yang berhasil ditemukan juga tergolong cukup komplet, dengan kelengkapan tulang hingga 70 persen.

Proses penggalian yang dilakukan oleh tim peneliti tersebut dimulai sejak tahun 2005 hingga 2009 dengan total tulang yang berhasil dikumpulkan hingga 145 buah. Semua tulang tersebut menjadi milik dua ekor Dreadnoughtus berukuran kecil dan besar.

Tidak salah bila Dreadnoughtus schrani tergolong titanosaurus, mengingat ukurannya mencapai panjang 26 meter dan berat hingga 59,3 ton. Spesies titanosaurus baru ini diperkirakan hidup sekitar 77 juta tahun yang lalu di hutan-hutan bersuhu sedang. Bobot rata-rata dari dinosaurus Dreadnoughtus bisa setara dengan bobot satu lusin gajah Afrika atau lebih dari tujuh ekor dinosaurus T-rex, Sci News (04/09).

Ukuran yang sangat besar membuat peneliti yakin bila dinosaurus tersebut hampir tidak memiliki predator sama sekali, dan tidak takut terhadap predator macam T-rex. Peneliti juga menggunakan teknologi pemindaian tiga dimensi untuk mengetahui sisa jaringan otot untuk mengetahui struktur tubuh Dreadnoughtus schrani. Dengan begitu, penelitian terhadap pertumbuhan hingga pola gerak dari dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan tersebut bisa diungkap.

Ilmuwan Singkap Fosil Titanosaurus Raksasa

Embrio dinosaurus yang ditemukan di wilayah Patagonia (Argentina) ini termasuk dalam jenis herbivora Titanosaurus yang mematahkan keraguan asal usul dinosaurus yang dilahirkan seperti mamalia atau melalui telur seperti jenis reptil (Foto: dok).
Titanosaurus raksasa adalah salah satu makhluk paling besar yang pernah hidup di bumi dan hidup sekitar 77 juta tahun lalu.

Sekitar 77 juta tahun setelah tenggelam karena banjir bandang, salah satu makhluk paling besar yang pernah hidup di bumi telah ditemukan dan dijelaskan oleh para ilmuwan dari Universitas Drexel di Philadelphia.

Kenneth Lacovara, yang memimpin tim itu, memperkirakan makhluk sepanjang 26 meter itu, Dreadnoughtus schrani,  berberat tubuh 59.000 kilogram ketika hidup, dan belum dewasa penuh.

Sisa-sisa tubuh yang memfosil yang digali di Argentina selatan antara tahun 2005 dan 2009 itu termasuk lebih dari 70 persen tulang, lebih dari kerangka hewan raksasa pemakan tumbuhan manapun yang pernah ditemukan. Temuan itu memberikan kesempatan langka kepada peneliti untuk mempelajari anatomi, tingkat pertumbuhan, dan biomekanika spesies dinosaurus, yang dikenal sebagai titanosaurs itu.

Lacovara mengatakan ia membayangkan dinosaurus itu menghabiskan sebagian besar waktu setiap harinya untuk makan, untuk mengumpulkan seluruh kalori yang dibutuhkan.

Sumber : Merdeka & VOAIndonesia
Bulan, sebagai satelit planet Bumi memiliki fungsi yang besar untuk Bumi, mulai alat patokan kalender hingga pengatur grafitasi Bumi. Hebatnya lagi ternyata, peneliti menemukan fungsi lain dari Bulan, yaitu penyuplai bahan bakar untuk manusia.

Daratan Bulan telah lama diketahui mengandung beragam zat seperti Titanium, Platinum, dan mineral lain. Uniknya, China sudah mencari cara untuk 'menambang' zat berguna lain dari satelit Bumi tersebut, sebuah unsur gas Helium langka.

Menurut profesor Ouyang Ziyuan dari Program Eksplorasi Bulan China, Bulan memiliki jenis isotop Helium 3 yang mampu merevolusi produksi energi umat manusia. Jumlah Helium 3 yang terkandung di debu Bulan diklaim mampu menyuplai energi untuk Bumi selama 10.000 tahun!

Unsur Helium 3 sendiri bisa digunakan untuk menjalankan pembangkit listrik jenis baru yang mampu menghasilkan energi yang hampir sama dengan pembangkit listrik tenaga nuklir, namun lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah radioaktif. Unsur Helium ini 'terdampar' di Bulan sebagai zat buangan dari matahari, Daily Mail (05/08).

Lebih lanjut, sebuah pesawat luar angkasa mampu mengangkut sekitar 40 ton dari Helium 3 dalam sekali perjalanan dari Bulan. Jumlah tersebut bisa digunakan untuk menyuplai listrik di Amerika selama setahun penuh.

Di sisi lain, Fabrizio Bozzato, seorang peneliti dari Universitas Tamkan di Taiwan, menyatakan Helium 3 bisa ditambang dari permukaan bulan dengan memanaskannya terlebih dahulu hingga suhu 600 derajat Celcius. Satu ton gas Helium 3 diklaim memiliki nilai ekonomis setara dengan Rp 35 triliun. Sedangkan untuk membuat pembangkit listrik dan meluncurkan pesawat luar angkasa ke bulan dibutuhkan dana tak kurang dari Rp 200 triliun lebih.

Sumber : Merdeka
Banyak yang mengira bila pertambahan jumlah semut secara masif bisa mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada di alam. Mirip dengan apa yang digambarkan lewat beberapa film fiksi ilmiah yang menunjukkan semut memangsa manusia. Namun, penelitian terbaru menunjukkan hal yang sebaliknya, semut bisa membantu menyelamatkan dunia.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Arizona, Amerika, beberapa spesies semut terbukti mampu merubah lingkungan tempat mereka tinggal menjadi lebih bersih dari segi kualitas udara.

Dalam penelitian yang dipimpin oleh Ronald Dorn, seorang ahli geologi, ditemukan sebuah fakta unik tentang sarang yang dibangun oleh semut. Beberapa jenis semut membuat sarang dari kalsium karbonat atau yang lebih dikenal dengan batuan kapur. Hebatnya, proses pembuatan sarang dari batu kapur ini mampu menangkap karbondioksida dan menghilangkannya, meskipun hanya dalam skala kecil

Proses penangkapan karbondioksida terjadi ketika semut menjilati pasir dengan mengeluarkan kalsium karbonat sebagai lem untuk dinding sarang. Terdapat kemungkinan bila semut juga mendapat bantuan dari mikroba atau jamur untuk menyempurnakan penangkapan gas rumah kaca dari atmosfer.

Dorn juga menambahkan bila aktivitas mengurangi karbondioksida telah dilakukan oleh semut-semut primitif sejak meledaknya populasi serangga sekitar 65 juta tahun yang lalu. Ahli semut dari Universitas Harvard, E.O. Wilson menambahkan bila sampah organik yang telah dihasilkan oleh semut setara dengan yang dihasilkan oleh manusia, Mashable (04/08).

Sampah organik yang meliputi kalsium karbonat dalam jumlah masif itulah yang diprediksi mengurangi gas karbondioksida dalam jumlah besar, mirip dengan proses daur ulang karbondioksida yang dilakukan oleh lautan dan biota di dalamnya.

Sumber : Merdeka
 Theropods mengecil 12 kali lipat dari 163 kg menjadi hanya 0,8 kg. 

Para peneliti percaya jika dinosaurus berevolusi sekian miliar tahun sehingga menjadi burung. Teori ini dihasilkan dari analisa sifat tubuh dinosaurus dan burung.

Dilansir melalui BBC, Jumat 1 Agustus 2014, dinosaurus, karnivora berbadan besar dan tinggal di darat, makin lama tubuhnya makin mengecil dalam kurun 50 juta tahun. Saat tubuh mereka kecil itulah, dinosaurus berubah menjadi burung dan dapat terbang ke angkasa.  

"Theropods mengecil 12 kali lipat, dari 163 kilogram menjadi hanya 0,8 kilogram sebelum akhirnya menjadi burung modern. Theropods merupakan satu-satunya dinosaurus yang masih mengecil. Tengkorak mereka juga berubah empat kali lebih cepat dari dinosauarus lain, membantu mereka untuk tetap bertahan," ujar ketua tim peneliti, Mike Lee dari University of Adelaide, Australia.

Sebelumnya memang ada penemuan serupa yang menunjukkan dinosaurus theropod mengalami proses pengecilan ukuran seiring dengan evolusi menjadi hewan terbang. Theropod merupakan kelompok dinosaurus terdiri dari Tyrannosaurus rex dan Velociraptor. Lee dan koleganya ingin mengetahui keunikan reduksi ukuran dinosaurus yang sangat dramatis ini, sekaligus mengukur rata-rata evolusi pada dinosaurus.

Lee dan anggota peneliti dalam timnya menggunakan perangkat analisa yang cukup rumit, yang dikembangkan oleh ahli biologi molekul untuk memahami evolusi virus. Perangkat itu digunakan Lee untuk mempelajari sekitar 1.500 sifat tubuh dinosaurus dari 120 spesies theropod dan burung awal.

Dari analisa ini mereka memproduksi peta pohon keluarga secara detil mengenai transformasi theropod dan nenek moyang burung. Mereka menemukan kelompok dinosaurus secara langsung berhubungan dengan penyusutan ukuran tubuh sejak 200 juta tahun lalu. Penyusutan massa tubuh dinosaurus seberat 162,2 kilogram menjadi Archareopteryx, nenek moyang burung.

Archaeopteryx juga berevolusi dan beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk munculnya bulu, furcula (tulang antara leher dan dada), dan sayap. Evolusi semua itu diperkirakan empat kali lebih cepat dibanding dinosaurus lain.

"Menjadi lebih kecil dan ringan di tanah 'raksasa', dengan adaptasi anatomi yang berevolusi, membuat nenek moyang burung memiliki kemampuan ekologis baru, seperti keahlian memanjat pohon, meluncur, dan terbang. Beruntung, evolusi ini membuat mereka menjadi fleksibel dan bisa bertahan saat meteor menghantam bumi dan memusnahkan habitat dinosaurus lain," kata Lee.

Sumber : Vivanews
Nyamuk memang sangat dibenci oleh manusia pada umumnya, karena selain suaranya yang bising dan mengganggu telinga, beberapa nyamuk dapat menimbulkan penyakit serius ketika menggigit manusia.

Oleh karena itu, dari bertahun-tahun lalu sampai sekarang, berbagai upaya mulai dengan yang bersifat alami sampai dengan yang menggunakan bahan kimia juga memakai perangkat elektronik khusus diciptakan untuk mengusir nyamuk.

Namun dari kesemua cara tersebut, sebenarnya ada cara-cara alami yang dapat digunakan untuk dapat mengusir nyamuk dan bahannya dapat ditemui dengan mudah di sekitar kita.

Berikut 5 behan alami yang efektif, mudah dan praktis untuk dipakai sebagai pengusir nyamuk, berdasarkan lansiran dari Accenditialgreen.com.

1. Kemangi


Memang tidak banyak orang yang menyukai masakan yang menggunakan kemangi, namun selain sehat untuk tubuh karena ada kandungan vitamin di dalamnya, tanaman kemangi ternyata juga ampuh untuk dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Tanaman herbal ini memiliki kandungan senyawa yang alami dan baunya sangat menyengat bagi nyamuk.

2. Serai


Serai tidak hanya berfungsi sebagai bahan untuk penambah aroma pada makanan atau juga terkadang digunakan untuk bahan aroma terapi, tanaman satu ini juga merupakan salah satu pengusir nyamuk yang efektif. Cara menggunakannya yaitu dengan menanam tanaman serai di sekitar rumah atau juga menggunakan ekstrak daun serai yang sudah menjadi minyak dan dipercik-percikkan di beberapa tempat yang ditengarai sebagai sarang nyamuk.

3. Bawang Putih


Bawang putih juga merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Selain disarankan untuk menjadikannya sebagai hidangan, Anda juga dapat menggunakan parutan bawang putih dengan mengoleskannya ke kulit.

4. Bunga Krisan


Selain merupakan bunga yang baunya tidak disukai nyamuk, krisan juga berfungsi sebagai pengusir serangga-serangga lainnya. Coba untuk menanam krisan di sekitar rumah atau juga menempatkannya di sudut-sudut ruangan, maka nyamuk akan pergi dengan sendirinya.

5. Kulit Jeruk


Walaupun tidak 100 persen ampuh untuk mengusir nyamuk, namun tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan kulit jeruk sebagai bahan pengusir nyamuk. Ada senyawa khusus yang tingkatnya rendah dan baunya tidak disukai oleh serangga satu itu. Dan tentunya dengan menggunakan kulit jeruk, kita tidak perlu merogoh kocek yang besar untuk mengusir nyamuk.

Sumber : Merdeka
Banyak hewan predator atau pemangsa yang berburu secara berkelompok untuk meningkatkan keberhasilan misi. Hal ini ternyata juga berlaku bagi pemangsa purba.

Salah satu dinosaurus predator yang paling sering ditampilkan sebagai pembunuh sadis dalam film-film sci-fi, Tyrannosaurus atau yang biasa disebut T-Rex, acap kali ditampakkan sebagai pemburu penyendiri. Namun kini ahli paleontologi menemukan fakta yang bertolak belakang dengan hal itu.

T-Rex yang hidup pada akhir masa Cretaceus atau sekitar 66 juta tahun yang lalu kemungkinan besar berburu dalam kelompok, salah satu yang berhasil diketahui adalah kawanan berjumlah tiga ekor dalam satu perburuan. Hal ini merujuk pada fosil jejak kaki yang ditemukan di Kanada.

Fosil jejak kaki yang terlihat pun cukup sempurna hingga bisa dilihat bebas sisik kaki predator-predator itu. Jejak kaki ketiga T-Rex tersebut terbentuk di lapisan tanah liat yang tertutup oleh abu letusan gunung berapi sebelum akhirnya membatu.

Menurut ahli paleontologi yang ikut ikut dalam penelitian, Richard McCrea, terlihat bila jejak kaki itu berasal dari T-Rex yang berumur 20 hingga 30 tahunan. Pada jalur yang dilewati oleh para T-Rex sepanjang 60 meter itu juga ditemukan jejak lain yang berasal dari dinosaurus berparuh bebek, Hadrosaurus, yang kemungkinan jadi buruan dan beberapa dinosaurus predator kecil seperti Theropoda, Daily Mail (23/07).

Total terdapat tiga buah jalur yang dibuat oleh para T-Rex yang mengarah pada sasaran yang sama. Oleh sebab itu, para peneliti yakin ini merupakan sebuah strategi pengepungan mangsa yang jamak dilakukan oleh pemangsa modern macam singa.

Salah satu alasan yang bisa menyebabkan para pemangsa raksasa itu bekerja bersama adalah kecepatan mereka yang tidak terlalu bagus untuk aksi 'kejar-kejaran' dengan mangsa. Hal ini disebabkan oleh struktur tulang raksasa milik T-Rex. Kecepatan maksimal T-Rex dipercaya mencapai 40 kilometer per jam atau sedikit lebih lambat dari kuda modern.

Sumber : Merdeka
Tampaknya kemampuan manusia hampir bisa mendeteksi tanda-tanda kehidupan di planet lain. Tidak ada yang pernah menyangka bila polusi akhirnya bisa digunakan oleh manusia untuk mengungkap rahasia yang terjadi di alam semesta. Lewat observasi terhadap atmosfer yang terkena polusi, para peneliti temukan cara baru untuk menemukan kehidupan asing.

Sebuah penelitian baru yang tengah dilakukan oleh lembaga milik Universitas Harvard, Amerika Serikat, tengah berusaha melakukan identifikasi terhadap planet-planet yang diduga memiliki kehidupan di dalamnya. Untuk memuluskan proyek ini, mereka akan menggunakan teleskop luar angkasa James Webb yang segera diluncurkan ke orbit Bumi.

Mereka beranggapan bila sebuah koloni makhluk hidup dengan tingkat kecerdasan mirip manusia kemungkinan besar akan menghasilkan polusi seperti yang terjadi di Bumi saat ini. Karenanya, planet-planet yang diduga dihuni oleh alien akan memiliki kadar gas polutan macam CFC (zat sisa pendingin ruangan).

Dengan peradaban yang maju, para alien secara tidak langsung 'mengotori' atmosfer planet mereka dengan gas-gas rumah kaca agar planet tidak terlalu dingin untuk ditempati. Bahkan sisa-sisa gas polusi bisa digunakan untuk meneliti bekas-bekas peradaban yang telah punah.

Lewat observasi secara detail terhadap atmosfer, para antariksawan berharap bisa menemukan gas-gas lain seperti oksigen dan metan yang hanya terdapat di planet yang di dalamnya terdapat kehidupan.

Namun tim peneliti itu harus bergerak cepat guna menemukan gas-gas polutan di atmosfer planet alien dengan menggunakan teleskop James Webb. Sebab beberapa gas polutan diketahui hanya bisa bertahan selama 10 tahun saja di atmosfer Bumi, meskipun tak sedikit yang bisa bertahan hingga 50.000 tahun.

Sumber : Merdeka
Dari sudut manapun, perang pastinya tidak membawa suatu perubahan yang cukup membahagiakan untuk banyak manusia atau juga bumi sebagai pijakannya.

Namun, apabila terjadi perang terutama di era modern ini, perang nuklir contohnya, apa yang akan terjadi pada kehidupan dan atmosfer sekeliling bumi?

Dalam suatu penelitian mengungkapkan bahwa apabila terjadi perang nuklir, maka secara garis besar, dunia akan mengalami tragedi kelaparan, ozon terkikis dengan hebat dan radiasi di mana-mana.

Dikutip dari Daily Mail (21/07), para peneliti mencoba mengkalkulasi dan mereka-reka menggunakan komputer apabila terjadi perang nuklir yang dapat diambil contoh sekarang ini antara India dan Pakistan.

Apabila kedua negara itu saling meluncurkan rudal-rudal berhulu ledak nuklir mereka, maka yang akan terjadi adalah 100 kali dari apa yang pernah terjadi di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada waktu perang Dunia ke-2 lalu.

Dengan meledaknya nuklir tersebut maka karbon hitam akan langsung menjulang ke angkasa dan menutupi sinar matahari. Apabila sinar matahari terhalang oleh karbon hitam tersebut, maka akan ada akibat yang cukup fatal bagi manusia.

Setelah karbon hitam menutupi sinar matahari, maka suhu bumi diperkirakan akan turun drastis atau menjadi dingin. Dari turunnya suhu tersebut, maka akan ada 'salju pembunuh' yang dapat mengurangi kualitas tanah dan menghancurkan tanaman yang dikonsumsi manusia atau makhluk hidup lainnya.

Jatuhnya suhu bumi selain memunculkan hawa dingin dan salju, diperkirakan curah hujan juga akan berkurang sangat drastis dan hal itu berakibat pada kekeringan secara global.

Setelah itu, ozon akan berlubang lebih lebar karena efek dari perang nuklir tersebut. Ketika ozon sudah terbuka lebar, tentu saja sinar ultraviolet atau UV akan langsung masuk ke bumi dan apabila mengenai manusia, maka dapat menimbulkan kanker kulit.

Sumber : Merdeka
Saat sedang berjalan di tengah hari yang sangat panas, gedung, jalan, dan mobil akan terlihat bergelombang. Mengapa bisa begitu?

Pada saat hari yang sangat panas itu terjadi pembiasan cahaya dari benda yang kita lihat ke mata kita melalui media yang berbeda. Akibatnya, benda tersebut hanya terlihat bergelombang di mata kita.

Bagaimana bisa cahaya benda itu dibiaskan melalui medium yang berbeda? Padahal hanya ada udara di antara benda dan mata kita?

Ya, memang hanya ada udara panas, tetapi panasnya juga berbeda-beda, tergantung panas yang diberikan oleh bumi kepada udara tersebut. Perbedaan temperatur ini ternyata juga mempengaruhi pembiasan cahaya yang melaluinya.

Akibatnya, cahaya benda tersebut yang melewati udara dengan temperatur yang berbeda-beda akan dibiaskan dengan sudut yang berbeda-beda pula, sehingga terlihat berlekuk-lekuk oleh mata kita.

Lalu bagaimana benda tersebut bisa tampak bergelombang?


Jangan lupa bahwa udara panas cenderung naik ke atas. Yang terjadi pada udara di depan kita adalah perpindahan udara panas dan sejuk. Udara panas akan naik dan digantikan oleh udara sejuk.

Kemudian, ada udara panas lain yang naik menggantikan udara sejuk itu. Demikian seterusnya. Pola udara panas-sejuk-panas inilah yang membuat cahaya yang diterima oleh mata kita dibiaskan dengan sudut yang berganti-ganti, sehingga tampak bergelombang di mata kita.

Sumber : sains.me
Selama bertahun-tahun, banyak orang yang menjadi saksi cahaya misterius di langit yang muncul sebelum dan ketika gempa Bumi terjadi. Kini, terungkap sudah penyebab munculnya cahaya misterius tersebut.

Selama ini, kemunculan cahaya berbentuk bola api di langit sebelum terjadi gempa Bumi selalu menjadi misteri besar bagi para ilmuwan. Akhirnya, tim ilmuwan dari NASA Ames Research Center dan San Jose State University serius mencari jawabannya.

Untuk menelusuri asal-muasal cahaya misterius itu, para ilmuwan meneliti 65 penampakannya selama 400 tahun terakhir. Lalu, ditemukan jawaban bahwa cahaya misterius itu berasal dari dalam kerak Bumi, melansir Science Recorder.

Para ilmuwan mengidentifikasi adanya arus listrik yang mengalir ke luar dari beberapa jalur patahan gempa Bumi. Kemudian, masing-masing listrik dari sisi patahan itu saling tarik-menarik dan menciptakan bola api di langit.

Untuk diketahui, rata-rata gempa Bumi terjadi pada zona subduksi, tempat tabrakannya lempeng samudera dan lempeng benua. Tapi, kemunculan listrik itu bukan dari zona subduksi, melainkan dari jalur patahan yang ada di lempeng benua.

"Di jalur patahan lempeng benua sangat rawan terjadi gesekan ekstrem, karena akan membentuk palung yang sangat curam. Gesekan ekstrem itu membentuk listrik yang mengalir sampai permukaan Bumi dan menciptakan kilatan cahaya setelah terionisasi di udara," jelas Friedemann Freund peneliti dari NASA Ames Research Center.

Sebelumnya, para ilmuwan tidak yakin adanya cahaya misterius yang muncul sebelum terjadi gempa Bumi, dan belum ada laporan ilmiah yang menjelaskan tentang itu.

Tapi, pandangan itu berubah ketika pada tahun 2007 lalu sebuah kamera berhasil merekam kemunculan dua bola cahaya di langit kota L'Aquila, Itali, dan di kota Pisco, Peru, sesaat sebelum terjadi gempa.

Kejadian itu yang kemudian langsung menginspirasi tim ilmuwan dari NASA Ames Research Center dan San Jose State University untuk mencari tahu asal-muasal cahaya misterius tersebut.

Hasil penelitian ini sudah diterbitkan di Jurnal Seismology Research Letters pada 2 Januari 2014.

Sumber : Viva
Kecerdasan atau yang biasa dikenal dengan IQ (bahasa Inggris: intelligence quotient) adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis. Setiap orang memilki kecerdasan yang berbeda.

Predikat cerdas, biasanya diberikan kepada seseoramg yang memiliki IQ yang tinggi. Padahal, kecerdasan tidak selalu berarti demikian karena ada 8 macam kecerdasan yang bisa dimiliki seseoranmg dan tidak bisa diukur dengan IQ. Apa saja jenis kecerdasan yang terdapat pada manusia ?

Berikut adalah  8 kecerdasan manusia selain IQ

1. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan linguistik atau kecerdasan berbahasa. Seseorang dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk mengelola kata-kata, baik dalam bentuk lisan atau tulisan serta mampu mengartikan tulisan dengan jelas. Hal yang sering menjadi kegemarannya adalah membaca, mengisi TTS, bermain scrabel.

  • Beberapa pekerjaan yang cocok untuk orang yang memiliki kecerdasan linguistik adalah penyiar, jurnalis atau pengacara.
2. Kecerdasan Matematis dan Logika
Yaitu kecerdasan untuk mengolah angka dan logika. Orang yang memiliki kecerdasan matematis mampu membuat hipotesa dengan baik, membuat klasifikasi, dan menganalisa sebab akibat. Kemampuan ini membuat seseorang mampu berpikir secara logika dan rasional.

  • Beberapa pekerjaan yang cocok adalah sebagai akuntan, programmer atau ilmuwan.
3. Kecerdasan Interpersonal
Seseorang yang memiliki kecerdasan interpersonal akan mudah untuk mengerti dan peka terhadap perasaan, temperamen, motivasi dan watak orang lain. Hasilnya, mereka dapat menghadapi orang lain dengan perhatian yang baik dan mendorong orang lain untuk menceritakan masalahnya.

  • Beberapa pekerjaan yang cocok antara lain psikolog, negosiator dan guru.
4. Kecerdasan Intrapersonal
Adalah kecerdasan untuk mengenal dan memahami diri sendiri. Biasanya orang dengan kecerdasan intrapersonal suka bekerja sendiri, cuek, dapat mengintropeksi diri sendiri, dan mampu mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri.

  • Pekerjaan yang cocok adalah sebagai penasihat, konselor atau teolog.
5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal membuat seseorang mudah untuk menikmati, mengembangkan dan mengekspresikan musik dan suara. Biasanya seseorang yang memiliki kecerdasan musikal suka bersiul, mampu menghafal nada dengan cepat dan suka bekerja sambil bernyanyi.

  • Beberapa pekerjaan yang cocok adalah sebagai penyanyi, pemain alat musik atau pencipta lagu.
6. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan naturalis adalah kecerdasan untuk menikmati dan memahami alam, memanfaatkan alam secara produktif serta dapat menggunakan pengetahuan yang dimilikinya untuk mengelola alam dengan baik. Ciri seseorang dengan keceradasan naturalis adalah mampu memahami tingkah binatang, menicintai lingkungan dan suka melakukan aktivitas outdoor di alam.

  • Beberapa pekerjaan yang sesuai untuk seseorang dengan kecerdasan ini adalah sebagai petani, nelayan, pemburu atau pendaki gunung.
7. Kecerdasan Kinetik
Orang yang memiliki kecerdasan kinetik mampu mengekspresikan gagasan dan perasaan dengan baik melalui gerak. Ciri seseorang yang memiliki kecerdasan ini biasanya menyukai olahraga dan berbagai kegiatan yang menggunakan fisik.

  • Pekerjaan yang cocok untuk orang yang memiliki kecerdasan kinetik misalnya atlet, penngrajin, dan penjahit.
8. Kecerdasan Visual
Kecerdasan visual di mana seseorang memiliki kepekaan terhadap visual, bentuk, warna, garis, dan ruang. Kecerdaan ini membuat seseorang mampu membuat idenya menjadi bentuk sketsa yang jelas.

  • Pekerjaan yang cocok untuk seseorang dengan kecerdasan ini adalah insinyur, arsitek, fotografer atau pilot.

Ternyata, ada beberapa kecerdasan yang dimiliki manusia. Jadi, seseorang yang tidak memiliki IQ tinggi bukan berarti orang itu tidak cerdas kan ?

    Sumber : Kumpulan.Info
    Facebook Follow me on Twitter! Follow me on Google+! Subscribe on Youtube! Subscribe to RSS Feed