Indonesia memang sudah berhasil membuat banyak prototype mobil nasional yang merupakan hasil karya anak bangsa.

Namun, tidak jarang deretan proyek mobil nasional ini harus terhenti di tengah jalan. Kendala dari tidak adanya investor, pasokan komponen, dan desain yang kurang menarik membuat banyak mobil nasional gagal masuk ke proses produksi masal.

Akan tetapi, ada beberapa mobil nasional buatan anak bangsa yang berhasil dibuat dengan mengusung desain kelas dunia dan menonjolkan kesan futuristik yang sangat kental. Bahkan jika diproduksi masal, mungkin banyak masyarakat yang akan kecantol dengan desain indahnya dan memutuskan membeli.

Berikut 7 mobil nasional buatan Indonesia yang miliki desain futuristik dan tak kalah dengan mobil buatan pabrikan besar di dunia :

1. SKEV-1

SKEV-1 atau Signal Kustom Electric Vehicle 1 adalah mobil sport listrik buatan anak bangsa hasil kerjasama dari coachbuilder Signal Kustom dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

SKEV-1 ini sempat menghebohkan khalayak ramai ketika pertama kali diperkenalkan di Puspitek Serpong bersamaan dengan hari teknologi Nasional 2011.

SKEV-1 sendiri hadir dengan desain sporty bak mobil balap ketahanan Le Mans. Mobil listrik ini juga disokong motor listrik bertenaga 60HP yang mampu melesat hingga 140km/jam.

Sayangnya, karena tujuan utama mobil ini adalah untuk turun di ajang modifikasi, sehingga sulit untuk mewujudkan versi produksi masal dari SKEV-1.

2. SV-1

Mobil nasional kedua yang memiliki desain menawan, sporty, dan futuristik adalah SV-1. Mobil pengembangan dari SKEV-1 hasil kerjasama coachbuilder Signal Kustom dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini juga hadir dengan motor listrik yang ramah lingkungan.

Meski ramah lingkungan, motor listrik SV-1 ini masih bisa diajak lari dengan kecepatan maksimal yang diklaim dapat menyentuh angka 150 km/jam.?

Desain SV-1 ini terbukti jempolan karena sukses memenangkan salah satu kontes modifikasi terbesar di Indonesia.

3. Tucuxi

Mobil Tucuxi juga hadir dengan desain futuristik kelas dunia. Mobil listrik ini memang hadir dengan konsep mobil sport mewah yang akan menarik minat setiap orang yang melihatnya.

Tak heran jika Menteri BUMN kala itu, Dahlan Iskan sampai kepincut membeli mobil seharga miliaran rupiah ini. Namun sayang keinginan Dahlan untuk memproduksi masal mobil ini harus terhenti karena Tucuxi mengalami kegagalan mekanisme rem ketika diujicoba oleh Dahlan. Selain itu juga ada beberapa kalangan menganggap bahwa desai mobil ini meniru dari mobil Lexus.

4. E&C

ITS Surabaya juga tak mau kalah memproduksi mobil listrik. Mahasiswa perguruan tinggi tersebut berhasil membuat satu mobil listrik bernama E&C yang dengan desain futuristik dan mewah.

Mobil dengan konsep SUV empat penumpang ini memiliki wheelbase 240 cm, sehingga penumpang dipastikan akan mendapatkan ruang yang lega di dalam kabin.


Untuk dapur pacunya sendiri, E&C hadir dengan mengusung motor listrik dengan tenaga maksimal 20kw. Dalam sekali pengisian baterai, mobil ini mampu berjalan sejauh 24 km.

5. Pindad Piev

Mobil nasional kelima yang hadir dengan desain tak kalah dari pabrikan dunia berasal dari Pindad. Mobil bernama Pindad Piev ini mengusung konsep mobil listrik ramah lingkungan namun tetap miliki kesan sporty.

Mobil Hactback dua pintu ini mengusung mesin listrik dengan tenaga maksimal mencapai 25KW yang mampu menghasilkan torsi maksimal hingga menyentuhkan angka 40Nm.


Mobil yang masih dalam tahap pengembangan ini diklaim mampu lari hingga kecepatan 80km/jam dengan jarak tempuh maksimal 80 km untuk sekali isi daya baterai.

6. Selo

Selo merupakan mobil listrik beraura sport hasil pengembangan dari mobil Tuxuci. Mobil buatan tim Putra Petir ini juga didukung sepenuhnya oleh Dahlan Iskan untuk menjadi mobil listrik nasional pertama yang berhasil dibuat Indonesia.

Semoga saja mobil Selo yang hadir dengan desain mata eagle-eye sipit dan garis bodi tajam ini benar bisa diproduksi masal dan menjadi mobil listrik pertama Indonesia dalam waktu dekat.

7. Gendhis

Selain Selo, tim Putra Petir juga berhasil membuat mobil SUV berbadan bongsor yang juga memiliki mesin berbasis motor listrik. Jika Selo hadir dengan kesan murni sport, maka Gendhis hadir dengan konsep elegan dan cocok untuk dijadikan mobil keluarga Indonesia.

Gendhis dan Selo sempat dibawa ke Bali pada akhir 2013 lalu guna dipamerkan dalam ajang KTT APEC yang dihadiri banyak negara maju.

Sumber : Merdeka

Sayuran hijau nan segar sudah tidak diragukan lagi menjadi makanan yang super sehat. Itulah sebabnya sejak masih kecil, orang tua Anda selalu meminta Anda untuk mengonsumsi sayuran. Kandungan nutrisi dan mineralnya sangat penting untuk mewujudkan kesehatan yang prima bagi tubuh.

Masih belum doyan makan sayur juga? Inilah 5 manfaatnya menjadi sayur yang harus Anda ketahui.

1. Mengurangi masalah jantung

Salah satu manfaat terbaik dari menjadi seorang pecinta sayur adalah dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda. Sebab sayur kaya akan serat dengan vitamin C, kalium, lutein, zeaxanthin, dan beta karoten. Semuanya penting untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi masalah kardiovaskular.

2. Baik untuk pasien diabetes

Sayuran berdaun hijau memiliki indeks glikemik yang rendah dan magnesium yang tinggi. Sehingga menjadikannya makanan yang ideal untuk penderita diabetes.

3. Meningkatkan kesehatan tulang

Tak hanya susu saja yang bisa meningkatkan kesehatan tulang Anda sebab nyatanya sayuran hijau kaya akan vitamin K yang membantu dalam memproduksi osteocalcin dalam tubuh. Osteocalcin adalah protein yang membantu dalam menguatkan tulang.

4. Menyehatkan mata

Beta karoten yang banyak ditemukan dalam sayuran berdaun hijau dapat dikonversi menjadi vitamin A yang penting untuk kesehatan mata. Selain beta karoten, lutein dan zeaxanthin juga mampu menghindarkan Anda dari katarak.

5. Mencegah kanker

Sayuran berdaun hijau mengandung karotenoid dan flavonoid yang membantu dalam mencegah berbagai jenis kanker mulai dari kanker perut, kanker usus, kanker payudara, dan kanker kulit. Bahkan brokoli mengandung sejumlah besar sulforaphane, zat yang dikenal dapat mencegah kanker.

Semua sayuran hijau sangat menyehatkan untuk tubuh Anda. Sayuran ini mungkin mempunyai rasa yang tidak terlalu lezat, namun menyimpan banyak nutrisi dan vitamin di dalamnya.

Sumber : Merdeka
Eksplorasi alam semesta kembali menemukan hal unik yang terdapat di luar tata surya kita. Sebuah planet super dingin dinyatakan sebagai planet dengan revolusi terlama yang pernah ditemukan.

Para antariksawan asal Universitas Harvard, Amerika Serikat, mengonfirmasi penemuan sebuah exoplanet baru atau planet di luar tata surya kita yang berjarak 1000 tahun cahaya dari bumi. Planet bernama Kepler-421b ini ditemukan menggunakan pesawat luar angkasa Kepler milik NASA.

Pemimpin penelitian ini, David Kipping, mengungkapkan bila Kepler-421b merupakan planet gas raksasa yang berukuran mirip planet Uranus, kemungkinan berdiameter sekitar 50.000 kilometer. Dibanding dengan Bumi, Kepler-421b terlihat hampir 4 kali lebih besar.

Selain itu, satu tahun di Kepler-421b mencapai 704 hari, hampir dua kali masa revolusi Bumi. Hal ini disebabkan oleh jarak yang cukup jauh antara planet Kepler-421b dengan bintangnya Kepler-421. Oleh sebab itu, suhu planet ini juga diperkirakan cukup dingin, yakni sekitar -93 derajat Celsius, Daily Mail (22/07).

Suhu yang dingin juga diyakini disebabkan oleh dinginnya suhu sang bintang yang dikelilinginya. Berbeda dengan Matahari, bintang Kepler-421 terlihat lebih redup dan dingin.

Para antariksawan pun percaya bila planet Kepler-421b adalah planet gas pertama yang tidak berpindah mendekati bintangnya ketika masih muda. Padahal planet gas lain diketahui bergerak mendekati bintangnya ketika baru terbentuk, seperti planet Jupiter dan Saturnus yang mendekati Matahari di awal terbentuknya tata surya kita.

Sumber : Merdeka
 Sukarno terus menyokong perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina dari kolonialisme 

Perjuangan Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel telah dilakukan sejak era Presiden Sukarno. Baginya, tiap bangsa punya hak menentukan nasibnya sendiri tanpa melalui pengaturan dan campur tangan negara lain.

Sedari awal, Indonesia tak mau mengakui Israel yang diproklamasikan David Ben-Gurion pada 14 Mei 1948, karena merampas tanah rakyat Palestina. Pemerintah Indonesia tak membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Ucapan selamat dan pengakuan kemerdekaan Indonesia yang dikirimkan Presiden Israel Chaim Weizmann dan Perdana Menteri Ben Gurion tak pernah ditanggapi serius pemerintah Indonesia. Mohammad Hatta hanya mengucapkan terimakasih, namun tak menawarkan timbal-balik dalam hal pengakuan diplomatik. Sukarno juga tak menanggapi telegram ucapan selamat dari Israel.

Sewaktu Sukarno mulai menggagas Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada 1953, Indonesia dan Pakistan menolak keras diikutsertakannya Israel dalam konferensi tersebut. Keikutsertaan Israel bakal menyinggung perasaan bangsa Arab, yang kala itu masih berjuang memerdekakan diri. Sementara Israel adalah bagian dari imperialis yang hendak dienyahkan Sukarno dan pemimpin-pemimpin dunia ketiga lainnya.

Dalam pidato pembukannya di KAA pada 1955 yang juga dihadiri pejuang Palestina Yasser Arafat, Sukarno menyatakan bahwa kolonialisme belum mati, hanya berubah bentuknya. Neokolonialisme itu ada di berbagai penjuru bumi, seperti Vietnam, Palestina, Aljazair, dan seterusnya.

Maka dari itu, tulis Ali Sastroamidjojo dalam Tonggak-Tonggak di Perjalananku, Bung Karno mengajak supaya bangsa-bangsa Asia dan Afrika di dalam Konperensi ini membentuk satu front anti-kolonialisme dengan membangun dan memupuk solidaritas Asia-Afrika.

“Imperialisme yang pada hakikatnya internasional hanya dapat dikalahkan dan ditundukkan dengan penggabungan tenaga antiimperialisme yang internasional juga,” ujar Sukarno dalam pidato hari ulangtahun Republik Indonesia ke-21 pada 17 Agustus 1966, sebagaimana dimuat dalam Revolusi Belum Selesai.

Pasca KAA, solidaritas Asia-Afrika menguat dan semangat antikolonialisme makin membara di dada rakyat kedua benua. Sukarno makin keras mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina. Hal itu dia lakukan dengan berbagai cara, tak terkecuali melalui olahraga. Maulwi Saelan, pengawal Sukarno, masih ingat betul pengalamannya tatkala sepakbola menjadi salahsatu alat perjuangan Indonesia di pentas politik internasional. Menurutnya, pada 1958 Indonesia tinggal selangkah lagi masuk ke ajang Piala Dunia. Di penyisihan wilayah Asia Timur, Indonesia berhasil menundukkan Tiongkok. Indonesia tinggal memainkan pertandingan penentuan melawan Israel sebagai juara di wilayah Asia Barat. Namun, Sukarno melarangnya. “Itu sama saja mengakui Israel,” ujar Maulwi menirukan omongan Sukarno, kepada Historia. “Ya, kita nurut. Nggak jadi berangkat,” lanjut mantan penjaga gawang tim nasional yang pernah membawa Indonesia menahan imbang Uni Soviet dalam Olimpiade Melbourne 1956.

Perlawanan terhadap Israel kembali dilakukan oleh Sukarno ketika Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games IV pada 1962. Pemerintah Indonesia tak memberikan visa kepada kontingen Israel dan Taiwan. Meski alasan resmi yang dikeluarkan adalah, Indonesia tak mempunyai hubungan diplomatik dengan kedua negara tersebut, tapi alasan politik antiimperialisme Sukarno mendasari kebijakan tersebut. Saat itu, negara-negara Arab sedang bersengketa dengan Israel yang ditopang Barat. Sedangkan China dikucilkan dunia internasional setelah Barat hanya mengakui Taiwan sebagai pemerintahan China yang sah. Sukarno melihat hal ini sebagai bentuk penindasan negara-negara Old Established Forces (Oldefos) terhadap New Emerging Forces (Nefos).

Akibatnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) menskors keanggotaan Indonesia dengan batas waktu yang tak ditentukan. Alih-alih patuh, Sukarno justru memerintahkan Komite Olimpiade Indonesia keluar dari IOC pada Februari 1963. Sukarno terus melawan. “Sebagai jawabannya Sukarno membentuk Ganefo yang diadakan tahun 1963, yang menjadi pertanda kebesaran bangsa ini dan pertanda ketidaktergantungan pada kekuatan-kekuatan dunia yang ada,” tulis John D. Legge dalam Sukarno: Biografi Politik.

Semasa pemerintahan Sukarno pula Indonesia aktif mendukung perjuangan kemerdekaan di berbagai penjuru dunia dengan bantuan dana dan lain sebagainya. Tak hanya di tingkat pemerintahan, rakyat Indonesia juga aktif mendukung kemerdekaan Palestina dan bangsa-bangsa lain seperti Aljazair dan Afrika Selatan. Melalui OISRAA (Organisasi Indonesia untuk Setikawanan Rakyat Asia-Afrika) yang berdiri pada 1960 dan tergabung dalam AAPSO (Organisasi Solidaritas Rakyat Asia-Afrika), kerjasama perjuangan tersebut diintensifkan.

Hingga saat kekuasaannya sudah direbut Jenderal Soeharto pada 1966, Sukarno tetap pada pendiriannya dalam hal perjuangan rakyat Palestina melawan Israel. Dalam pidatonya pada hari ulangtahun Republik Indonesia ke-21, Sukarno menyatakan, “Kita harus bangga bahwa kita adalah satu bangsa yang konsekuen terus, bukan saja berjiwa kemerdekaan, bukan saja berjiwa antiimperialisme, tetapi juga konsekuen terus berjuang menentang imperialisme. Itulah pula sebabnya kita tidak mau mengakui Israel!” (OLEH: MF MUKTHI)

Sumber : Historia

Bung Karno membacakan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Selengkapnya :
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta
Tetapi sebelum itu, hari-hari panas dilalui. Mulai dari pendaratan Bung Karno-Bung Hatta dari Saigon, hingga penculikan oleh para pemuda ke Rengasdengklok. Berikut ini hari-hari panas seputar 17 Agustus 1945.

1. 14 Agustus 1945

Soekarno dan Mohammad Hatta mendarat di Jakarta setelah sebelumnya menemui Panglima Tentara Jepang Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Atas nama Kaisar Jepang, Terauchi menjanjikan Jepang akan memberikan kemerdekaan untuk Indonesia lewat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Ketika itu Jepang sudah terdesak dalam peperangan di Pasifik oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Jepang berharap masih dapat dukungan jika menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia.Setelah Soekarno tiba di Jakarta, para tokoh pemuda langsung mendatanginya. Mereka menuntut Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan. Soekarno berjanji kemerdekaan Indonesia akan segera diumumkan.


"Tidak lagi kukatakan bahwa kita akan merdeka bila jagung sudah matang. Tetapi kukatakan kita merdeka sekarang - sekarang ini juga- karena jagung sudah berbunga," janji Soekarno pada para pemuda seperti ditulis dalam biografi tulisan Cindy Adams.

2. 15 Agustus 1945

Berita Jepang menyerah kalah pada sekutu tersebar melalui radio bawah tanah. Golongan muda yang dimotori oleh Sukarni dan Wikana mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia malam itu juga. Soekarno tidak menerima desakan itu. Dia belum mempercayai Jepang benar-benar telah menyerah.

Soekarno mengaku tidak ingin ada pertumpahan darah dengan Jepang. Karena itu dia bersabar meminta para pemuda untuk menunggu PPKI yang akan mengumunkan kemerdekaan Indonesia. Sementara para pemuda menilai PPKI adalah badan bentukkan Jepang. Tak perlu lagi PPKI untuk kemerdekaan Indonesia, karena Jepang sudah kalah perang.

Suasana panas. Sukarni menyatakan kesiapan pemuda melawan Jepang jika proklamasi jadi dibacakan. Soekarno pun kesal diancam para pemuda itu.

"Jangan sekali-kali mengancamku. Ini leherku. Ayo potong. Ayo penggal, kalian bisa membunuhku. Tapi aku tidak pernah mau mengambil risiko untuk melakukan pertumpahan darah yang sia-sia hanya karena menuruti kalian," tegas Soekarno.


Para pemuda langsung diam. Soekarno akhirnya berjanji akan membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

3. 16 Agustus 1945

16 Agustus 1945, pukul 03.00 pagi, para pemuda mendatangi rumah Soekarno. Mereka akhirnya menculik Soekarno dan Hatta serta keluarganya karena dua pemimpin ini tetap tidak mau segera mengumumkan kemerdekaan Indonesia. Mereka tidak ingin Soekarno terpengaruh oleh keinginan Jepang.

Para pemuda ini membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok di Karawang, Jawa Barat. Karena itu peristiwa ini dikenal dengan nama peristiwa Rengasdengklok. Para pemuda berniat melakukan aksi penyerangan dan bumi hangus di Jakarta, setelah mereka mengalahkan Jepang, barulah Soekarno-Hatta mengumumkan kemerdekaan Indonesia.

Tapi rencana aksi militan itu sama sekali tidak terlaksana. Jakarta tak terbakar tanggal 16 Agustus 1945. Masyarakat malah panik dengan menghilangnya Soekarno-Hatta.

Sidang PPKI yang rencananya bertujuan membahas persiapan kemerdekaan Indonesia pun tak digelar karena Soekarno-Hatta tidak hadir tanggal 16 Desember itu.


Akhirnya karena bingung, para pemuda mengembalikan Soekarno-Hatta ke Jakarta pada malam harinya.

4. 16 Agustus 1945 Tengah Malam

16 Agustus 1945, Soekarno-Hatta dan anggota PPKI mengadakan rapat di rumah Laksamana Maeda. Awalnya rapat akan digelar di Hotel Des Indes, tapi tidak jadi karena tidak diperbolehkan pihak hotel. Laksamana Maeda adalah tokoh militer Jepang yang menyatakan simpatinya untuk kemerdekaan Indonesia.

Lalu mereka menemui Jenderal Nishimura, kepala bagian pemerintahan umum bala tentara Jepang. Nishimura menegaskan Jepang tidak bisa mengizinkan Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Mereka terikat janji pada sekutu untuk tetap menjaga keamanan sebelum sekutu datang dan mengambil alih Indonesia dari tangan Jepang.

Tapi ada kompromi, Nishimura akan pura-pura tidak tahu soal proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sehingga tentara Jepang tidak akan melakukan intervensi soal kemerdekaan Indonesia. Nishimura mau melakukan ini karena permintaan dari Maeda dan anggota PPKI. Jepang pun tidak ingin ada pertumpahan darah besar jika melarang revolusi terbuka.

Puas dengan kompromi Nishimura, rombongan kembali ke rumah Maeda. Di sinilah teks proklamasi disusun. Setelah berdebat panjang, naskah diketik oleh Sayuti Melik.


Sementara itu Sukarni dan Sayuti Melik menghubungi markas para pemuda di Menteng 31, Prapatan 10 dan markas Barisan Pelopor di rumah Muwardi. Mereka meminta para pemuda tidak melakukan pemberontakan dan menyerang pihak Jepang. Proklamasi kemerdekaan akan diumumkan besok.

5. 17 Agustus 1945

Sejak pagi, rakyat sudah berbondong-bondong memadati sekitar rumah Soekarno di Jl Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta. Barisan Pelopor dan Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) menjaga ketat rumah Soekarno. Soekarno sendiri tidak begitu sehat hari itu. Dia demam dan sangat lelah akibat tidak tidur berhari-hari.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Hatta tiba di rumah Soekarno. Prosesi bersejarah itu dimulai. Ada sambutan dari Wakil Walikota Jakarta Suwiryo dan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh pimpinan Barisan Pelopor Muwardi. Tak ada protokol resmi hari itu dan sama sekali tak ada kemewahan.

"Aku berjalan ke pengeras suara hasil curian dari stasiun radio Jepang itu dan dengan singkat mengucapkan proklamasi," kata Soekarno.

Maka suara berat Soekarno pun terdengar. Jelas dan perlahan.

"Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan dll, diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta."

Setelah itu Latief Hendraningrat mengibarkan bendera merah putih yang dijahit istri Soekarno, Fatmawati. Hadirin pun serempak menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.

Sumber : Merdeka
Facebook Follow me on Twitter! Follow me on Google+! Subscribe on Youtube! Subscribe to RSS Feed